Nenek 74 Tahun Di Kota Ambon Terjangkit Virus Corona

Kota Ambon Provinsi Maluku. ( foto : google)
Kota Ambon Provinsi Maluku. ( foto : google)

MERAHPUTIH|AMBON - Tim medis Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Latumeten Ambon, Maluku, yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Corona Virus Desease 19 (Covid-19), melakukan repied test seorang nenek. Dan hasil pemeriksaan dinyatakan positif Corona.

Nenek yang berusia 74 ini menempuh perjalanan dari Makassar menuju  ke Kota Ambon. Dengan menggunakan jalur transportasi laut 14 Maret 2020.

Nenek yang berdomilisi di Kecamatan Sirimau Kota Ambon ini, awalnya mengeluhkan sakit jantung. Dan sempat dibawa pihak keluarganya berobat ke dokter praktek.

Dari situlah, kemudian dokter praktek menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit. Dan dibawah ke RST dr.Latumeten pada tanggal 31 Maret.

Infomasi ini dibenarkan oleh ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang. Dalam keterangan pers Sabtu (4/4) di depan Kantor Gubernur. Kasrul menyampaikan, wanita lansia ini merupakan warga Kota Ambon yang sempat pergi ke Makassar. Pada 14 Maret lalu, nenek ini pulang ke Ambon. Setelah tiba di Ambon, yang bersangkutan mengeluh badan-badan lemas sehingga dibawa ke dokter praktek untuk diperiksa.

"Beliau ini pelaku perjalanan, dia orang Ambon, domisili di Ambon, tapi  pernah ke Makassar dan 14 Maret lalu balik ke Ambon. Dia ini awal ke dokter praktek, tapi dia tidak menunjukkan gejala sebagaimana yang kita tahu, suhu badannya bagus, tidak demam, pakai oksigen tes nafas bagus. Begitu pulang tiga hari kemudian tubuh nenek lemas-lemas lalu balik lagi ke dokter lagi, dan  di rontgen paru-parunya, dan hasilnya, dokter menyarankan test pakai rapid test dan hasilnya positif,"jelas Kasrul.

Tetapi Kasrul mengatakan, hasil rapied test nenek tersebut akan dikonfirmasi lagi secara VCR atau pemeriksaan spesimen di laboratorium kesehatan milik DKI Jakarta. Sementara keberadaan nenek saat ini diisolasi, sebagaimana pasien positif  Corona yang lain. “Hasil spesimen yang sudah dikirim sejak Jumat kemarin ke DKI Jakarta. Mudah-mudahan satu dua hari ini hasilnya sudah ada,"ujar Kasrul.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meikal Pontoh, mengatakan akurasi hasil pemeriksaan yang menggunakan rapid test harus diperkuat lagi dengan pemeriksaan sweb atau spesimen. Artinya pasien tersebut kemungkinan sudah ada antibody, dan bisa diartikan dia sudah terpapar. Tetapi tingkat keakuratan RDT ini tidak seperti sweb atau spesimen, jadi masih sekitar 80 persenlah. “Jadi masih bisa negatif palsu bisa juga positif palsu. Makanya harus diperkuat dengan sweb karena tingkat keakuratan sweb itu 92 persen lebih,"jelas Meikal.

Untuk sementara saat ini menurut Meikal, Puskesmas di Kota Ambon, melakukan tracking atau pelacakan terhadap orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien, sebagai langkah antisipasi sambil menunggu hasil pemeriksaan spesimen di Jakarta. ( red/jon)

Editor : Redaksi