MU Bayar Penuh Gaji Pemain, Liverpool Minta Bantuan Pemerintah

Kapten Manchester United Harry Maguire. REUTERS/Jon Super
Kapten Manchester United Harry Maguire. REUTERS/Jon Super

MERAHPUTIH|MANCHESTER- Pandemi Covid-19 tidak membuat klub kaya Manchester United (MU) mengurangi hak-hak pemain dan official. Di saat Liverpool dan Tottenham hanya membayarkan 20 persen gaji, justru membayar penuh.

Apa yang dilakukan MU patut diacungi jempol. Mengingat, saat ini pandemi Covid-19 membuat tidak ada pemasukan bagi pemain. Baik dari gaji mau pun sponsor.

Di tengah ketidakpastian, The Red Devils, julukan MU membawa angin segar. Kompetisi Liga Inggris dihentikan dan pemerintah setempat membayar 80 persen gaji dan sisanya dibayar klub. Tapi MU tidak mengambil kebijakan itu.

Tercatat, Liverpool, Tottenham, Newcastle United, Bournemouth, dan Norwich City, menjadi lima klub Premier League yang mengambil kebijakan itu. Meski demikian, tidak sedikit yang mencela tim-tim tersebut lantaran memanfaatkan aturan pemerintah.

Manchester United bakal membayar penuh gaji karyawannya selama wabah Covid-19. Langkah MU itu berbeda dengan yang ditempuh Liverpool dan Tottenham Hotspur.

Kompetisi Liga Inggris yang dihentikan sementara akibat virus corona membuat para pekerja klub dilanda ketidakpastian. Tak sedt yang terpaksa dirumahkan dan upahnya tidak dibayarkan penuh oleh klub, namun sisanya ditalangi oleh pemerintah.

Liverpool dan Tottenham yang mengambil kebijakan pemerintah mendapatkan kritik dan reaksi keras dari berbagai pihak. Sebab, dua klub finalis Liga Champions 2019 itu total meraup keuntungan lebih dari 150 juta paun (Rp 3,03 triliun) dalam laporan keuangan terbarunya.

Langkah berbeda justru diambil oleh MU di tengah krisis COVID-19. Setan Merah justru tidak akan merumahkan 900-an pegawainya selama kompetisi Liga Inggris dihentikan sementara.

Dinukil dari Daily Mail, klub yang bermarkas di Old Trafford itu juga akan membayar penuh seluruh gaji karyawannya. Pihak klub akan memberi tahu para pegawainya perihal upah mereka pada minggu-minggu ini. Mereka juga menghimbau kepada semua pegawainya untuk ‘perang’ terhadap Covid-19. (ono/red)

Editor : Eko Yudiono