Rapid Tes 48 Anggota Keluarga Pasien Positif Covid-19 Hasilnya Negatif
MERAHPUTIH| BALI- Empat warga Bali asal Kabupaten Jembrana dinyatakan positif Covid-19. Menyusul adanya hasil positif itu, sebanyak 48 orang yang merupakan anggota keluarga pasien positif akhirnya menjalani rapid tes. Hasilnya semuanya negatif.
Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha menyatakan, hasil tes cepat pertama yang dilakukan pihaknya menunjukkan hasil s negatif. Rapid tes merupakan tes cepat pengambilan sampel darah melalui jari, ditujukan kepada mereka yang melakukan kontak erat dengan ke empat pasien positif Covid-19 Jembrana. Pelaksanaan rapid test tidak hanya dilangsungkan di RSU Negara, tapi juga di Puskesmas Gilimanuk, Puskesmas I Negara serta Puskesmas Pekutatan I.
"Semua keluarga yang menjalani rapid tes hasilnya negatif," ucapnya, Rabu (8/4).
Dijelaskannya, bahwa sesuai protap seluruhnya diwajibkan kembali menjalani rapid test setelah sepuluh hari kedepan. Sehingga, ada rapid tes kedua, dimana untuk menguji kembali apakah positif atau negatif Covid-19. Ketika hasil tes rapid yang kedua itu ada yang positif, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR di RSUP Sanglah.
"Hasil PCR inilah yang menentukan status pasien itu apakah positif atau negatif terinfeksi Corona virus," jelasnya.
Sementara untuk pergerakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jembrana hari ini kembali bertambah. Secara komulatif jumlah ODP Jembrana, sampai Rabu ( 8/4) pukul 14.00 Wita sebanyak 108 orang. Jumlah itu bertambah enam orang dari hari sebelumnya. Sedangkan PDP 8 orang, 3 orang diantaranya selesai pengawasan. Untuk kasus positif Corona virus di Jembrana tercatat 4 orang. Satu orang PDP dirawat di RSU Sanglah.
Pihak gugus tugas terus mengadakan pendataan bagi warga Jembrana yang baru datang dari luar negeri maupun wilayah terjangkit Covid-19 di Indonesia. Namun yang terpenting kepada warga Jembrana untuk disiplin diri. Diantaranya rajin cuci tangan pake sabun dengan air mengalir, gunakan masker dan terapkan physical distancing.
"Terpenting tetap jaga kebersihan, hindari kerumunan jaga diri dan lingkungan," pungkasnya. (ide/ono)
BALI- Empat warga Bali asal Kabupaten Jembrana dinyatakan positif Covid-19. Menyusul adanya hasil positif itu, sebanyak 48 orang yang merupakan anggota keluarga pasien positif akhirnya menjalani rapid tes. Hasilnya semuanya negatif.
Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha menyatakan, hasil tes cepat pertama yang dilakukan pihaknya menunjukkan hasil s negatif. Rapid tes merupakan tes cepat pengambilan sampel darah melalui jari, ditujukan kepada mereka yang melakukan kontak erat dengan ke empat pasien positif Covid-19 Jembrana. Pelaksanaan rapid test tidak hanya dilangsungkan di RSU Negara, tapi juga di Puskesmas Gilimanuk, Puskesmas I Negara serta Puskesmas Pekutatan I.
"Semua keluarga yang menjalani rapid tes hasilnya negatif," ucapnya, Rabu (8/4).
Dijelaskannya, bahwa sesuai protap seluruhnya diwajibkan kembali menjalani rapid test setelah sepuluh hari kedepan. Sehingga, ada rapid tes kedua, dimana untuk menguji kembali apakah positif atau negatif Covid-19. Ketika hasil tes rapid yang kedua itu ada yang positif, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR di RSUP Sanglah.
"Hasil PCR inilah yang menentukan status pasien itu apakah positif atau negatif terinfeksi Corona virus," jelasnya.
Sementara untuk pergerakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jembrana hari ini kembali bertambah. Secara komulatif jumlah ODP Jembrana, sampai Rabu ( 8/4) pukul 14.00 Wita sebanyak 108 orang. Jumlah itu bertambah enam orang dari hari sebelumnya. Sedangkan PDP 8 orang, 3 orang diantaranya selesai pengawasan. Untuk kasus positif Corona virus di Jembrana tercatat 4 orang. Satu orang PDP dirawat di RSU Sanglah.
Pihak gugus tugas terus mengadakan pendataan bagi warga Jembrana yang baru datang dari luar negeri maupun wilayah terjangkit Covid-19 di Indonesia. Namun yang terpenting kepada warga Jembrana untuk disiplin diri. Diantaranya rajin cuci tangan pake sabun dengan air mengalir, gunakan masker dan terapkan physical distancing.
"Terpenting tetap jaga kebersihan, hindari kerumunan jaga diri dan lingkungan," pungkasnya. (ide/ono)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih