Pemkot Surabaya Himbau agar Tidak Percaya Berita Hoax

SEPI: Jl Gubernur Suryo terlihat sepi, Jumat (10/4) pagi. Foto: HMP/Zulfikar Firdaus
SEPI: Jl Gubernur Suryo terlihat sepi, Jumat (10/4) pagi. Foto: HMP/Zulfikar Firdaus

MERAHPUTIH| SURABAYA - Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita tidak benar (Hoax) yang saat ini sedang viral di facebook ataupun di WhatsApp (WA).

Dalam pesan singkat yang beredar itu berisi bahwa, "Masyarakat tidak boleh keluar rumah sama sekali walau hanya berjemur selama 3 hari pada tanggal 10 hingga 12 April dikarenakan arus angin dari utara ke arah selatan yang membawa wabah (penyakit) akan melewati Indonesia melewati Australia". Bunyi isi pesan singkat yang viral di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19, M. Fikser angkat bicara. Dirinya menghimbau masyarakat khususnya Surabaya, agar tidak percaya dengan berita yang belum tentu kebenarannya.

"Saya meminta kepada masyarakat Surabaya agar tidak mudah percaya dengan berita berita yang tidak pasti. Apalagi dalam situasi dan kondisi disaat seperti ini," ungkap, M.Fikser kepada harianmerahputih.id, Jumat (10/4) saat dihubungi via telepon.

M Fikser menambahkan, memang saat ini pemerintah menganjurkan kepada masyarakat Surabaya, khususnya agar tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendadak yang mengharuskan keluar rumah.

"Tapi bukan tiga hari, justru kami (pemkot) menginstruksikan tidak keluar rumah selama empat belas hari agar dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini. Jadi masyarakat harus pintar pintar memilah sebuah berita," pungkasnya. (gun/ono)

 

Editor : Eko Yudiono