Untuk Bubarkan Massa

Demo Omnibus Law di Monas Rusuh, Polisi Tembakkan Gas Airmata

MERAHPUTIH| JAKARTA- Keributan terjadi di sekitar monas ketika massa dari Presidium Alumni (PA) 212 hendak membubarkan diri.
Sebelumnya mereka salat berjamaah setelah melakukan demo menolak undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law, Selasa.

Tapi tiba-tiba ada lemparan batu yang diarahkan ke massa PA 212 dan selanjutnya situasi tidak terkendali. Kerusuhan pun pecah.

Dari kiriman video yang didapat harianmerahputih.id, Selasa, di Jl Merdeka Selatan, Jakarta terjadi bentrok massa dengan petugas, Selasa, (13/10).


Bahkan, untuk membubarkan kerumunan massa, polisi menembakkan gas air mata. Bentrokan terjadi di dekat Monas dan pintu masuk Indosat.

Massa yang dilaporkan juga terdiri dari pelajar dan anak STM juga mendekati lokasi bentrokan.

Sementara di depan kedutaan besar Amerika, massa juga masih bergerombol dan jalanan sepi dari kendaraan roda empat. Sementara di depan balai kota DKI, massa juga masih terlihat berjalan santai di tengah jalan.

Di bagian lain, Polda Metro Jaya menangkap seorang pendemo asal Banten yang diduga bermaksud berbuat rusuh pada unjuk rasa di Istana Merdeka, Selasa.

“Tadi kita mengamankan seseorang dari daerah Banten, setelah kita razia ternyata tasnya isinya ada ketapel,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta.

Yusri menyebutkan, pemuda tersebut menggunakan atribut untuk demonstrasi, namun tujuannya justru mengarah pada menciptakan kerusuhan.

Hingga kini, identitas dan motif pemuda tersebut masih didalami di Mapolda Metro Jaya. Polisi juga menyerahkan barang bukti tersebut ke pihak penyidik.

“Kalau kita lihat masih di bawah umur, nanti kita identifikasi dulu yang bersangkutan. Pengakuannya datang dari Banten, datang sama teman-temannya ke sini tujuannya untuk demo,” ujar dia.

 Kepolisian masih mendata jumlah perusuh yang mereka temukan selama pengamanan unjuk rasa.(red)

harianmerahputih.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top