Ayo Belajar Dari Rumah Bersama TVRI

Belajar jadi mudah terprogram. Foto : pexel
Belajar jadi mudah terprogram. Foto : pexel

Keterbatasan akses internet di tiap daerah atau kawasan yang sulit terjangkau sinyal menjadi kendala tersendiri ketika para siswa harus belajar dirumah. Sementara tugas-tugas yang diberikan hampir semua melalui daring. Bagi masyarakat kota mungkin tak ada masalah untuk ketersediaan kuota internet, namun bagaimana dengan orangtua siswa dari kalangan bawah, tentu ini menjadi masalah tersendiri.


Melihat kegelisahan ini, Mendikbud Nadiem Karim membuat kebijakan dengan menggandeng TVRI untuk menginisiasi program "Belajar dari Rumah". "Program merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19," jelas Nadiem Makarim pada telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta pada Kamis (9/04/2020).
Nadiem juga menambahkan, "Program ini khususnya membantu masyarakat yang memiliki keterbatasn pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak geografis," lanjutnya.


Program belajar dirumah ini akan dimulai sejak pagi dengan pembagian merata mulai dari kelas PAUD hingga SMA. Program ini dibuat sedemikian rupa untuk memfasilitasi mereka yang memiliki keterbatasan akses internet. Banyak peserta didik harus melaksanakan kegiatan belajar di rumah, baik melalui sarana dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).
Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Program "Belajar dari Rumah" di TVRI. Program Belajar dari Rumah di TVRI, merupakan respons Kemendikbud terhadap masukan Komisi X DPR RI pada Rapat Kerja tanggal 27 Maret 2020 yang lalu. Hal ini, dikatakan Mendikbud sejalan dengan semangat Merdeka Belajar.
"Program Belajar dari Rumah mulai tayang di TVRI pada Senin tanggal 13 April 2020 dimulai pada pukul 08 pagi," terang Nadiem.


Berlangsung Selama 3 Bulan
Menyikapi kondisi pandemi yang belum jelas hingga kapan berakhir, Nadiem membuat kebijakan iniakan dilakukan selama tiga bulan ke depan. "Nantinya selain diisi dengan program pembelajaran untuk semua jenjang, Belajar dari Rumah juga akan menyajikan program Bimbingan Orangtua dan Guru serta tayangan kebudayaan pada akhir pekan,” jelas Mendikbud.
Adapun konten atau materi pembelajaran yang disajikan akan fokus pada peningkatan literasi, numerasi, serta
penumbuhan karakter peserta didik. Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi mengenai program ini bersama dengan lembaga nonpemerintah. "Yang perlu dicatat bahwa sesungguhnya dalam keadaan seperti ini, yang menjadi penting saat adalah pemberian pendidikan yang bermakna,” terang Mendikbud.

Selanjutnya, dalam situasi di mana kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terhenti, solidaritas dan gotong royong menjadi kunci penanganan
Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu Kemendikbud terbuka untuk kerja sama dan kolaborasi pendukungan
penyelenggaraan pendidikan di masa darurat ini.
Nadiem berharap dengan adanya progarm ini para siswa tetap mendapat pelajaran serta ada kolaborasi dari berbagai pihak. "Kami berterima kasih atas semua bantuan, kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, dari Komisi X, mitra swasta, organisasi masyarakat, juga relawan yang bersama-sama mengambil peran dan kontribusi dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini," tutur Mendikbud.
"Semangat gotong royong yang kita miliki menunjukkan kesatuan dan kekuatan bangsa kita yang berideologi Pancasila,” tambahnya. Mendikbud berharap agar para orang tua, pendidik, dan peserta didik menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Pesan saya agar baik orang tua, siswa, dan guru menjaga kesehatan masing-masing beserta keluarga sesuai protap dari Kemenkes terkait Covid-19, dan untuk mengikuti imbauan Presiden Jokowi agar belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah,” pungkas Nadiem. (kompas.com/ayn)

Editor : Ayun Rahmawati