Akrap Muda FC dan Stadion Under Tol yang Makin Akrab di Telinga
MERAHPUTIH| GRESIK-Stadion Under Tol di Desa Pranti, Menganti Gresik kini mulai terdengar gaung aktifitasnya. Setiap pekan, home base dan kesebelasan Akrap Muda FC ini mengundang tim-tim dari Gresik, Sidoarjo juga Surabaya.
Tak jarang, mereka melakukan Friendly Game dengan tim yang dihuni pemain-pemain aktif di Liga 1 dan 2. Seperti Minggu sore, Stadion Under Tol sudah ramai dengan penonton. Meraka tahu bahwa akan ada pemain Persebaya yang bermain di lapangan mereka. Sekitar 500 penonton hadir di lapangan.
Begitu juga dengan pedagang kaki lima yang sedari siang sudah menata lapaknya. Para pedagang mengaku berjualan setiap Minggu karena tahu jika tim Akrap Muda FC selalu mengundang lawan-lawan yang cukup mumpuni di persepakbolaan di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbangkerto Susilo).
Lawan yang tangguh membuat penonton dari luar Pranti datang ke lokasi. Minggu, (15/11) sore. Mereka mengundang tim Kelud FC, Sidoarjo. Tim ini dihuni pemain-pemain Persebaya seperti Oktavianus juga Rendi Irwan juga Hansamu Yama. Tidak lupa pemain mantan pemain Persebaya seperti Fandi Eko Utomo juga Adam Maulana yang kini bermain di Persiba Balikpapan. Kiper Angga Saputra juga hadir.
Libur kompetisi memang membuat para pemain profesional berlatih secara mandiri. Agar kondisi fisik terjaga, mereka juga melakukan pertandingan ujicoba dengan tim-tim kampung mereka atau bergabung bersama rekan-rekan setim. “Yang penting tipis-tipis cari keringat supaya kondisi tetap terjaga,” kata Rendy yang kemarin didaulat sebagai “tetua”.
Kebetulan, ketika melawan Akrap Muda, kumpulan pemain Persebaya ini memakai nama tim kampung Rendy, Kelud FC.

Laga kemarin tentu saja dimenangkan oleh Kelud FC, 3-1. Karena secara kualitas, mereka lebih kompak dan mumpuni dari tuan rumah Akrap Muda. Tapi, melihat prospek pemain-pemain muda Akrap Muda FC, tentunya wilayah Menganti dan khususnya Pranti boleh berbangga. Karena, sejak mempunyai Stadion Under Tol, mereka rutin latihan. “Hasil sore ini cukup bagus karena lawan juga tangguh,” kata Hadi GK, pelatih Akrap Muda FC.
Hadi menambahkan dia dan staf pelatih membangun tim dari nol. “Jadi istilahnya harus ndandani kemampuan para pemain. Baik dari sisi fisik, skill atau visi bermain,” ungkap Hadi.
Ia berharap, para pemain Akrap Muda bisa belajar banyak dari uji tanding yang mereka lakukan setiap akhir pekan. “Makin banyak ujicoba, mereka bisa tahu bagaimana cara bermain sepak bola yang baik dan benar. Skor akhir pertandingan tidak terlalu penting. Yang penting para pemain benar-benar paham cara bermain sepakbola,” harap Hadi.
Lebih dari itu, Stadion Under Tol dan Akrap Muda kini sudah menjadi ikon baru di Kecamatan Menganti. Karena dari sisi ekonomi, perputaran uang sudah terjadi. Banyaknya penonton yang hadir membuat para pedagang mendapatkan pendapatan.
Ini menjadi salah satu ketahanan ekonomi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Nah, jika nantinya Akrap Muda semakin mumpuni dan solid tidak menutup kemungkinan jumlah penonton yang hadir bakal lebih banyak lagi.
Apalagi, jika mereka bertanding di kompetisi di bawah bendera PSSI Liga 3. Seperti halnya tim Kecamatan Putra Sinar Giri (PSG) yang kini sudah bermain di level senior yaitu Liga 2. Semoga. (*)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih