CSA Peduli Banjir di Desa Jono, Cerme, Gresik, Jawa Timur
MERAHPUTIH| GRESIK-Tim Sepak Bola di atas 40 tahun Campur Sari Allstar (CSA) yang berhome base di Desa Pranti, Kecamatan Menganti, melakukan kegiatan sosial di Dusun Tugu, Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik. Kegiatan sosial berupa penyaluran sumbangan nasi kotak dan air mineral kepada warga di lokasi yang terdampak musibah banjir.
Di lokasi, ketinggian air mencapai 30 cm hingga 40 cm. Minarti, Kepada Desa Jono merasa terharu dengan kedatangan tim CSA yang memberikan nasi kotak untuk sarapan pagi. “Momennya pas sekali karena warga belum sarapan. Mudah-mudahan nasi kotak yang diberikan keluarga CSA mendapatkan barokah dan berkah, aamiin,” kata Minarti, Kepala Desa wanita itu, Minggu, (3/1).

Ditambahkan Minarti, sudah lima hari, desa mereka terdampak banjir karena luapan kali Lamong. “Kami sebentar lagi panen tapi apa boleh buat, bencana membuat kami gagal panen,” ungkap Minarti. Di bagian lain, Minarti juga minta doa kepada CSA agar banjir segera surut.
Ketua CSA sekaligus Manajer coach CSA, Hadi menyebut, pihaknya menyalurkan bantuan para anggota dengan tujuan bisa sedikit banyak bisa meringankan beban warga yang terdampak banjir. “Moto kami selain guyup, rukun, seduluran selawase juga bisa bermanfaat bagi warga sekitar. Jadi mudah-mudahan bantuan yang tidak seberapa banyak ini bisa bermanfaat,” tegas Hadi.
Kemarin Lima perwakilan CSA diantaranya, Abdul Raup, Bambang, Abdul Kohar juga Hadi dan Robert David Chaniago mengantarkan bantuan nasi bakar yang dibungkus, kotakan dan air mineral kepada warga Dusun Tugu, Desa Jono, Cerme, Gresik.

“Sebelumnya kami urunan spontan ketika melakukan ujicoba di Cerme dan mendegar tetangga sebelah lapangan perlu bantuan. Jadi kami langsung mengumpulkan uang dan kemudian kami belikan nasi bakar kotakan. Nah, nasi bakar itu kami pesan di anggota CSA juga. Itulah diantaranya manfaat berkomunitas. Ada sinergi diantara anggota. Selain CSA akan lebih kompak dan guyup juga bisa memberdayakan anggota yang kebetulan juga bisnis nasi bakar kotakan. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan mendapatkan barokah dan manfaat bagi sesama,” terang Hadi.
Kemo, Spd menambahkan, kebersaan di CSA begitu kuat dan membuat kami terharu. Sebab, ketika kami urunan secara spontan, hasilnya luar biasa. “Itu menunjukkan bahwa CSA adalah tim dan komunitas yang kompak baik di dalam dan di luar lapangan. Itu sebenarnya esensi dari sebuah komunitas atau tim. Kompak, guyup, rukun dan seduluran selawase,” papar Kemo. (red)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih