Harga Cengkih dan Pala di Ambon Turun

REMPAH-REMPAH: Stok pala di pedagang pengumpul di Kota Ambon (John Soplanit)
REMPAH-REMPAH: Stok pala di pedagang pengumpul di Kota Ambon (John Soplanit)

MERAHPUTIH|AMBON- Harga hasil perkebunan Maluku yang merupakan komoditas ekspor yakni cengkih dan biji pala bundar, yang ditawarkan para pembeli (pedagang pengumpul hasil bumi) di Kota Ambon, bergerak turun jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Pantauan di lokasi transaksi hasil perkebunan di jalan Setia Budi, kawasan Rijoly, Kelurahan Batu gajah, Minggu, pembeli mematok harga cengkih Rp 60.000 per kg, atau turun dari sebelumnya Rp 65.000 per kg.

Hasil perkebunan lainnya masih bertahan seperti fuli (pembungkus biji pala) Rp230.000 kg, coklat Rp27.000 per kg, dan kopra Rp5.200 per kg.

"Harga cengkih dan pala memang turun jauh dari yang diharapkan petani, tetapi kita tidak bisa mempertahankan harga, sebab hasil pembelian yang dilakukan di Kota Ambon dijual lagi ke Surabaya sebagai pasar utama. Jadi kami pantau terus harga di Surabaya," kata Evi, pemilik toko rempah-rempah yang biasanya dijadikan sebagai lokasi jual beli.

"Dari harga-harga yang dipatok selama ini, hanya kopra yang masih bertahan sejak Maret hingga kini sebesar Rp5.200 per kg, dan ini sangat menguntungkan," ujarnya menambahkan.

Menurut Evi, selama ini juga banyak petani yang sudah jarang menjual hasil panen mereka, arti pembelian agak menurun, hal ini juga terkait dengan penyebaran virus Covid-19 membuat banyak masyarakat yang enggan keluar rumah.

Selain itu juga ada instruksi Pemerintah daerah bagi seluruh masyarakat di daerah ini terutama untuk mematuhi aturan-aturan yang ada sebagai bagian dari pencegahan penyebaran virus yang mematikan itu. (ant/ono)

Editor : Eko Yudiono