Khofifah Tinjau Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Nakes di Malang
MERAHPUTIH I MALANG - Gubernur Jawa Timur meninjau langsung vaksinasi massal di Gedung Bundar UNISMA dan di Dome UMM, Senin (2/8/2021).
Sedikitnya 5000 dosis vaksin disiapkan di masing masing tempat. Vaksin Astra Zeneca untuk masyarakat umum, vaksin Moderna untuk dosis ketiga nakes dan Sinopharm untuk penyandang difabel. Vaksin sinopharm diberikan kepada difabel karena diklaim memiliki efikasi paling baik.
Vaksinasi massal yang diselenggarakan UNISMA dan Universitas Muhammadiyah Malang disambut antusias oleh masyarakat. Tak hanya masyarakat umum saja, gelaran vaksinasi massal tersebut juga menyediakan kuota terbatas untuk penyandang disabilitas.

Khofifah menegaskan, bahwa untuk dosis ketiga bagi SDM Kesehatan di Jatim telah disiapkan vaksin dengan jenis merk moderna. Diharapkan dengan suntikan dosis ketiga bagi nakes ini akan menjadi penguat antibodi mereka dari serangan covid-19.
"Alhamdulillah pekan ini kami memulai untuk vaksinasi dosis ketiga bagi SDM Kesehatan. Termasuk di antaranya tentu saja nakes, dokter perawat bidan analis laboratorium dan seterusnya. Untuk dosis ketiga ini, merknya moderna, dan ini menjadi kali pertama penggunaan vaksin moderna untuk SDM Kesehatan," kata Khofifah, seusai meninjau vaksinasi di Malang.
Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa vaksinasi SDM Kesehatan dengan vaksin moderna ini dilakukan pertama kali di Unisma dan UMM. Khofifah menyebut, bahwa ini pecah telur untuk menyelenggarakan vaksinasi vaksin moderna bagi SDMK Kesehatan.
Kampus ditunjuk sebagai apresiasi karena sejauh ini kampus UNISMA dan Universitas Muhammadiyah Malang telah berpengalaman untuk melayani vaksinasi, sebagaimana sebelumnya melayani vaksinasi untuk masyarakat umum.
Oleh sebab itu, Khofifah meminta selain SDM Kesehatan, UNISMA dan Universitas Muhammadiyah Malang juga menjadi pusat vaksinasi pada kalangan disabilitas, yang hari ini juga telah disediakan vaksin sinopharm.
"Vaksinnya semua ada di cold storage Dinas Kesehatan Kota Malang. Nah untuk Moderna ini harus khusus perlakuannya, penyimpanannya harus -30 derajat. Berbeda dengan Sinovac dan Astra Zencena yang -5 derajat," tegasnya.
Tidak hanya ada kekhususan dalam hal penyimpanan. Namun vaksin Moderna juga memiliki kekhususan dalam hal penyaluran vaksinasinya. Baik pemprov maupun nakes yang menerima vaksin ini harus melalui pakta integritas. Karena penggunaannya harus spesifik pada kelompok yang memang sesuai dengan aturan dan Kemenkes.
Dalam kesempatan kali ini sebanyak 25 nakes yang menjalani vaksinasi covid-19 untuk dosis ketiga. Ia berharap ke depan suplai dosis vaksin bagi SDM Kesehatan bisa berlangsung lancar dan tanpa kendala. Sehingga mereka yang menjadi garda terdepan bisa mendapatkan manfaat dari vaksinasi dosis ketiga dengan lancar.

Sementara, Rektor UNISMA, Prof Dr Maskuri MSi membeberkan ada ratusan peserta yang ikut vaksinasi. Selain 25 orang nakes, juga ada 25 orang masyarakat dari kalangan disabilitas. Prof Maskuri menyampaikan terima kasih pada Pemprov Jatim untuk melibatkan Unisma dalam percepatan program vaksinasi.
"Bila kami diminta membantu untuk memperluas vaksinasi lagi, misalnya ke Kediri, kami siap dengan nakes kami dari RSI Unisma maupun fakultas kedokteran kami," ujarnya.
Di sisi ain, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Fauzan juga menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Jatim yang berkenan untuk hadir serta meninjau pelaksanaan vaksinasi hari ketiga di UMM. Ia menyampaikan bahwa gelaran ini merupakan insiatif dari Gubernur Jatim yang bekerja sama dengan Pemkot Malang, Pemkab Malang, serta UMM.
“Vaksinasi ini merupakan upaya akselerasi dalam melakukan percepatan, khususnya kepada masyarakat Malang Raya. Namun tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat luar Malang yang berdomisili dan berkepentingan di Malang,” ungkapnya. (red)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih