Alat Dinkes Bangkalan Tidak sesuai Rekomendasi Kemenkes dan WHO

Empat anggota DPRD Bangkalan. Salah satunya Mahmudi Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan. ( foto : gun/hmp)
Empat anggota DPRD Bangkalan. Salah satunya Mahmudi Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan. ( foto : gun/hmp)

MERAHPUTIH|BANGKALAN - Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan, Mahmudi, mengaku kecewa atas hasil rapid test yang dilakukan Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Bangkalan, Rabu (22/4) yang menyebut bahwa dirinya positif Covid-19.

Politisi asal Parrtai DPC Hanura Bangkalan itu, menyatakan, keberatan jika dinyatakan positif Covid-19. Sehingga, dirinya melakukan rapid test mandiri, yang dilakukan di RS. Siloam Surabaya.

"Saya ngak terima mas kalau dinyatakan saya positif dan di suruh isolasi, karena dari hasil rapid test yang saya lakukan di rumah sakit Siloam Surabaya, hasilnya negatif kok," ungkapnya, saat dihubungi harianmerahputih.id via telepon, Kamis (23/4).

Dia menambahkan, dari hasil rapid test yang dilakukan oleh sekwan DPRD Bangkalan yang menyatakan bahwa dirinya positif, sehingga membuat ketua DPRD Bangkalan untuk melakukan swab test.

"Ya saya tetap ngak mau wong saya negatif kok, kalau memang nggak terima ya silakan menggugat rumah sakit Siloam Surabaya, karena hasil itu dari rumah sakit Siloam," ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, alat yang digunakan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tersebut tidak sesuai rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan World Health Organization (WHO). "Wong alat dari dinkes itu tidak sesuai rekomendasi dari WHO dan Kemenkes itu menurut saya harus ditelusuri," pungkasnya. (gun)

Editor : Lasiono