MERAHPUTIH | MALUKU- Dugaan Mafia dibalik SK 342 tahun 2023 semakin menjadi kenyataan.
Hal tersebut bisa dibuktikan dengan bukti percakapan WhatsApp yang dilakukan Rival Sahib selaku pengelola adpim aplikasi SIMPEG , kepada "K R" pada hari Selasa, 19 September 2023, pukul 18.18 WIT, yang diterima oleh harian merah-putih.id.
Baca juga: Bandara Pattimura Ambon Wujudkan Kepedulian Lewat Program “Injourney Airport Sehat” di Negeri Hatu
Berikut isi percakapan WhatsApp Rival Sahib kepada " K R".
"Jadi Pak, data di SIMPEG dan BKN jabatan pak adalah pelaksana (bukan kepala tata usaha, sesuai dengan SK yang dikeluarkan dan diserahkan ke kami bidang data, terlepas dari belum ada serah terima. Apalagi daftar gaji dan lain-lain, yang pasti secara adminstratif legalitasnya sudah sah , bahwa data tersebut sesuai dengan SK tersebut.
"Oleh karena itu maka sesuai ketentuan (yang tergabung dalam group tersebut adalah kepala kepegawaian atau kepala tata usaha) maka pak sudah tidak termasuk dalam kategori tsb.”
Demikian isi percakapan WhatsApp Rival Sahib kepada " K R",
“Padahal sebagai seorang tenaga ASN yang mengelola aplikasi SIMPEG Rival, sebenar-nya harus tahu prosedural yang berlaku,” ujar K R".
“Masak bisa Beta tidak pernah mendapat atau menerima tembusan SK yang ditujukan kepada Beta , kok tiba- tiba Beta mendapat WhatsApp seperti begini , kesal,” "K R".
Sementara itu Oni salah satu masyarakat yang ditemui harian merah-putih.id , pernah berurusan dengan BKD, merasa heran dengan perilaku yang tidak profesional yang sedang dipertontonkan oleh oknum BKD ini.
"Ana ni sapa (Rival Sahib) bisa-bisa-nya punya power yang kuat di tubuh BKD propinsi.
Baca juga: Dugaan Money Politik Warnai Sidang Sinode ke-39 Gereja Protestan Maluku
Kalau dilihat dari isi percakapan WhatsApp, anak ini bisa mengatur-atur seorang ASN di kabupaten, yang keabsahan dari SK 342 kepada si "KR" ini juga belum jelas,” tegas pria yang akrab disapa Nii.
"Ada istilah "pimpinan" yang dibawa-bawa, harus usut Mastermind "pimpinan" Halimah Soamole kah , atau siapa harus ditindaklanjuti oleh tim Penegakan Disiplin ASN,” tegas Ony
"Beta yakin kalau diusut ana Rival ni dia seng sendiri,” tambahnya.
Dia juga merasa heran dengan adanya kecolongan ini. Ada satu jabatan diisi oleh dua orang dan tertera dalam sistim aplikasi SIMPEG, E Kinerja BKN yang dikelola oleh mereka yang tidak professional.
Baca juga: Gubernur Maluku Hadiri HUT Ke-20 IKEMAL di Papua
“Dong yang duduk dibalik meja jangan" ber Ac ria " saja, duduk diam, lepas tangan, harus diusut, ini bukan kesengajaan atau apa bayangkan ini baru satu kasus yang diungkap,” katanya.
“Beta percaya masih banyak lagi kasus-kasus lain yang akan terungkap dengan "permainan kotor" ini , 11 kabupaten/kota lho catat itu beber,” Ony.
"Masih banyak orang jujur kok, di BKD propinsi maluku. Nanti dong coba amati e kalau ini jadi ramai akan muncul misteri SK 342 milik saudara "KR" dan diterbangkan langsung ke kabupaten Aru,” ujar Ony sambil tertawa.
Untuk diketahui dalam aplikasi My SPAK BKN Pusat, nama "KR" masih tertera dalam informasi jabatan dan informasi posisi sebagai "Kepala sub Bagian Tata Usaha" Cabang Dinas kabupaten Aru. (boy)
Editor : Eko Yudiono