MERAHPUTIH| SURABAYA-Panjualan masker full face atau face shiled yang dilakukan oleh manajemen Plaza Marina, Surabaya dengan cara menodong pengunjung mendapatkan perhatian dari Advokat M Sholeh and Patners. Menurut Sholeh, sesuai dengan Perwali, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang mengharuskan setiap orang memakai masker. ”Jadi kemana pun warga Surabaya baik keluar rumah atau pun ke mall atau ke tempat keramaian harus menggunakan masker. Tapi, jika sudah punya masker. Tidak boleh memaksa untuk membelinya,” urai Sholeh.
Apa yang dikatakan Sholeh berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh manajemen Plaza Marina. Mereka tidak mau tahu. Meski pengunjung sudah memakai masker. Kebanyakan masker kain, mereka diwajibkan membeli masker yang dijual pihak manajemen Plaza Marina.
Baca juga: Plaza Marina Todong Pengunjung
Marker yang awalnya dijual Rp 12 ribu berubah menjadi Rp 15 ribu. Manajemen seolah aji mumpung memanfaatkan banyaknya pengunjung, Sabtu (16/5) kemarin yang ingin membeli hand phone atau pun barang elektronik di Plaza Marina menjelang Lebaran.
Baca juga: Manajemen Plaza Marina Todong Pengunjung, Diwajibkan Membeli Masker
Seperti yang dialami oleh H Husein. Dia kemarin ke Plaza Marina. Padahal dia sudah memakai masker.”Tapi saya disuruh beli masker oleh manajemen Plaza Marina. Harganya Rp 15 ribu. Padahal Sebelumnya cuma Rp 12 ribu,” ungkap Husein.
Meski agak gondok, namun Husein terpaksa membelinya. “Kalau nggak beli nggak boleh masuk. Ya terpaksa beli,” kata pria berkacamata ini. Apa yang dilakukan manajemen Plaza Marina seolah hanya ingin memanfaatkan situasi saja. Mengingat, Plaza Marina menjelang Lebaran pasti dipenuhi pengunjung. Peluang itulah yang dimanfaatkan oleh manajemen untuk menjual masker meski dengan memaksa. (red)
Editor : Eko Yudiono