Piala Dunia Qatar 2022 Ramah Bagi Penggemar

harianmerahputih.id
Tamu undangan memotret layar elektronik yang menampilkan logo resmi turnamen Piala Dunia 2022 Qatar saat diumumkan oleh penyelenggara di Doha, Qatar, Selasa (3/9/2019). Logo itu mengambil inspirasi dari budaya teluk, lanskap gurun dan simbol pemersatu tan

MERAHPUTIH| QATAR-Panitia penyelenggara Piala Dunia 2022 Qatar bakal berupaya agar pesta sepak bola empat tahunan itu bakal tetap terjangkau bagi para penggemar kendati pandemi COVID-19 menimbulkan dampak finansial terhadap ekonomi dunia.

Kendati meyakini bahwa situasi kesehatan masyarakat dunia akan membaik ketika Piala Dunia digelar pada November-Desember 2022 di Qatar, salah satu petinggi panpel Piala Dunia 2022 Qatar Hassan Al Thawadi menyadari ada tantangan dari dampak ekonomi pandemi COVID-19.

Baca juga: Marselino Absen di SEA Games 2025, Timnas U-22 Bergerak Cepat Siapkan Pengganti

"Bagaimana hasil pemulihan? Saat ini, semuanya masih belum jelas, kita mulai memasuki situasi resesi, akan selalu ada kekhawatiran terkait ekonomi global dan kemampuan suporter membayar biaya meramaikan Piala Dunia," kata Al Thawadi sebagaimana dilansir Reuters, Kamis WIB.

Al Thawadi, yang menjabat Sekretaris Jenderal Komite Tinggi Penyampaian dan Pusaka itu, mengaku telah berkonsultasi dengan sejumlah ahli industri dan berencana melanjutkannya dengan penyelenggara ajang olahraga lainnya, termasuk Olimpiade Tokyo, yang ditunda ke tahun 2021.

Elemen terpenting dari perencanaan tersebut, lanjut Al Thawadi adalah memastikan tarif ajang tersebut tidak terlalu mahal bagi suporter.

Baca juga: Sambut Era Baru Sepak Bola Indonesia, PT LIB Perkenalkan Identitas Anyar: ILeague

"Sejak hari pertama kami selalu mengatakan ini akan menjadi turnamen yang terjangkau, kami ingin semua orang yang ingin bisa datang ke Piala Dunia," katanya.

"Kini dengan ketidakpastian situasi dunia pasca COVID-19, belum ada cetak biru yang jelas yang bisa didiskusikan."

"Tapi kami tetap berkomitmen untuk menyeimbangkan Piala Dunia yang terjangkau bagi suporter dan yang tetap berfungsi untuk industri ini, termasuk yang terlibat di dalamnya seperti jasa layanan serta mereka yang bertanggung jawab memuluskan penyelenggaraan turnamen," pungkas Al Thawadi.

Baca juga: Indonesia Tembus Putaran Empat: Satu-satunya Wakil Non-Arab di Jalur Terjal Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2022 bakal menjadi yang pertama kali diselenggarakan di musim dingin ketimbang jadwal rutin di musim panas dan diikuti 32 negara. (dfs/ono)

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru