MERAHPUTIH I JAKARTA – Suasana di Gedung Bareskrim Polri, Kamis (7/8), mendadak haru ketika tangis seorang anak perempuan pecah di ruang pemeriksaan. Bocah berinisial CA, yang masih berusia belia, tak kuasa menahan rasa sakit saat jarum suntik menembus kulit mungilnya untuk pengambilan sampel darah dalam proses tes DNA. Di sudut ruangan, sang ibu, selebgram kontroversial Lisa Mariana, tampak tak kuasa membendung air mata.
Kisah itu diungkap langsung oleh kuasa hukum Lisa, Bertua Hutapea, yang mendampingi kliennya dalam proses penyidikan atas laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan Ridwan Kamil. “Ketika darah CA diambil, dia menangis. Itulah Lisa Mariana memperjuangkan hak identitas anaknya,” ujar Bertua kepada wartawan.
Baca juga: Hasil Tes DNA Perkuat Posisi Ridwan Kamil Dalam Kasus Pencemaran Nama Baik
Tes DNA tersebut merupakan bagian dari penyidikan laporan yang diajukan oleh Ridwan Kamil ke Bareskrim Polri pada 11 April 2025 lalu. Dalam laporannya, Ridwan Kamil membantah keras tudingan Lisa Mariana yang menyebut dirinya sebagai ayah biologis dari putri Lisa, CA.
Lisa sebelumnya mengunggah percakapan pribadi yang diduga melibatkan dirinya dan seseorang yang disebut-sebut sebagai Ridwan Kamil ke akun Instagram-nya pada 26 Maret 2025. Dalam unggahan tersebut, Lisa mengklaim bahwa ia tengah mengandung anak dari pria tersebut dan berulang kali menghubungi nomor yang diduga milik Ridwan Kamil.
Namun, mantan Gubernur Jawa Barat itu membantah semua tuduhan tersebut. “Saya perlu sampaikan bahwa ini adalah tidak benar dan merupakan fitnah keji yang didaur ulang dengan motif ekonomi,” ujar Ridwan Kamil dalam pernyataannya saat itu.
Baca juga: KPK Panggil Lisa Mariana, Dalami Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Lisa kini harus menghadapi proses hukum dengan jeratan pasal-pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), termasuk Pasal 27A dan Pasal 45 ayat (4) UU Nomor 1 Tahun 2024. Meski demikian, di tengah tekanan dan sorotan publik, Lisa menyatakan bahwa ia tidak gentar dan tetap yakin akan kebenaran yang diyakininya.
“Agak mellow saja karena anak sekecil itu ditusuk jarum. Jadi, agak nangis,” tutur Lisa sambil menahan emosi. Ia mengatakan, proses pengambilan sampel dilakukan terhadap dua jenis, yakni air liur dan darah.
Bagi Lisa, hasil tes DNA ini bukan sekadar pembuktian hukum, melainkan bentuk perjuangan sebagai ibu untuk memperjuangkan pengakuan bagi sang anak. “Saya percaya hasilnya akan membuktikan semuanya,” ucap Lisa yakin.
Baca juga: Bareskrim Polri Pastikan Hasil Tes DNA Ridwan Kamil dan Anak Lisa Mariana Tak Cocok
Sementara itu, Bertua Hutapea menekankan bahwa proses hukum harus mengedepankan asas keadilan, terutama ketika menyangkut hak anak. “Identitas seorang anak adalah hal yang fundamental. Kita bicara soal masa depan seorang manusia kecil yang kini jadi bagian dari pusaran konflik hukum yang besar,” katanya.
Dalam kasus ini, satu pihak menyebut tuduhan itu fitnah keji bermotif uang, sementara pihak lain bersikukuh memperjuangkan kebenaran tentang asal-usul darah seorang anak. Seiring berjalannya penyidikan, hasil tes DNA yang diyakini akan menjadi penentu arah kasus ini ke depan. (red)
Editor : Redaksi