MERAHPUTIH I YOGYAKARTA - Upacara tradisi Garebeg Sawal yang seharusnya digelar pada Minggu (24/5) atau menurut kalender Jawa Sultan Agungan 1 Sawal tahun Be 1953, beserta rangkaiannya seperti numplak wajik, ngabekten dan bedhol songsong, tidak digelar.
Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta GKR Condrokirono tidak digelarnya Garebeg Sawal dan rangkaian kegiatan lainnya merupakan bentuk kepekaan Keraton Yogyakarta dalam menaati imbauan pemerintah pusat.
Meski arak-arakan prosesi Garebeg Sawal ditiadakan, lanjutnya, Keraton Yogyakarta kemudian membagikan ubarampe gunungan, dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan.
“Prosesi arak-arakan gunungan beserta prajurit yang biasa digelar memang tidak ada, namun kami tetap akan membagikan ubarampe gunungan yang berupa rengginang. Hal ini merupakan usaha Keraton Yogyakarta dalam melestarikan tradisi di tengah pandemi,” ujar Gusti Kangjeng Ratu Condrokirono.
Melalui usaha tersebut, diharapkan agar esensi dari garebeg itu sendiri tidak hilang. “Prosesi ini tetap bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya,” katanya.
Disamping itu, kata GKR Condrokirono lagi, pelaksanaan garebeg pada jaman dahulu memang dilakukan dengan membagi-bagikan ubarampe gunungan, bukan dengan merayah atau merebut gunungan seperti dikenal saat ini.
Dengan cara demikian, kerumunan massa akan terminimalisir dan prosesi justru berjalan seperti pelaksanaan garebeg zaman dulu. Upacara inti pada pembagian ubarampe tersebut serupa dengan prosesi garebeg yang umum dilaksanakan.
Ubarampe gunungan akan terlebih dahulu dirangkai dan diinapkan satu malam di Bangsal Srimanganti sejak Sabtu, 23 Mei 2020. Prosesi pembagian dan pemberangkatan pareden digelar keesokan harinya yakni hari pertama Idul Fitri, Minggu, 24 Mei 2020 pukul 08.30 WIB di Bangsal Srimanganti dan dipimpin GKR Mangkubumi.
Usai didoakan Abdi Dalem Kaji, pareden selanjutnya akan didistribusikan kepada Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Kepatihan, dan Puro Pakualaman. Ada 2700 tangkai rengginang yang disiapkan. Ubarampe tersebut berjumlah sama dengan banyaknya rengginang yang disiapkan dalam Gunungan Estri dan Gunungan Dharat pada saat Upacara Garebeg sebagai mana mestinya.
“Untuk distribusi rengginang ke seluruh Abdi Dalem diberikan melalui Penghageng setiap Tepas/Kawedanan supaya tidak menimbulkan kerumunan. Baik Penghageng dan Abdi Dalem yang menerima ubarampe gunungan juga wajib menggunakan masker dan mematuhi standar protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujarnya. (hdw/tji)
Editor : Tudji Martudji