Ning Lia: Rumah Sakit Ibu dan Anak Harus Jadi Ruang Aman bagi Keluarga

harianmerahputih.id
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama

MERAHPUTIH I SURABAYA – Di tengah hiruk-pikuk pemukiman padat penduduk di Surabaya, Rumah Sakit KORPRI Pura Raharja Provinsi Jawa Timur kembali diresmikan dengan wajah dan semangat baru. Momentum tersebut menjadi harapan segar bagi masyarakat, khususnya para ibu dan anak, untuk mendapatkan layanan kesehatan yang tidak hanya profesional secara medis, tetapi juga hangat secara kemanusiaan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, turut hadir dalam tasyakuran peresmian ulang rumah sakit tersebut pada Jumat (9/1). Usai acara, politisi perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menyampaikan pandangannya dengan nada penuh kepedulian, menyoroti peran strategis rumah sakit ibu dan anak dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

Baca juga: Khofifah Dorong RS KORPRI Pura Raharja Jadi Pusat Layanan Medis Modern Berbasis Amanah

Menurut Ning Lia, keberadaan Rumah Sakit KORPRI Pura Raharja memiliki posisi yang sangat penting karena berada di tengah permukiman warga. Kondisi itu membuat rumah sakit ini menjadi rujukan utama masyarakat sekitar yang membutuhkan layanan kesehatan cepat dan terjangkau.

“Kalau kita lihat, secara lokasi rumah sakit ini memang berada di tengah perkampungan. Artinya, pasti banyak masyarakat yang bergantung pada rumah sakit ini. Okupansi pasiennya juga cukup tinggi, terlihat dari lantai-lantai atas yang hampir selalu penuh. Itu menunjukkan rumah sakit ini benar-benar hidup dan dibutuhkan,” ujarnya.

Namun, di balik tingginya jumlah pasien, Ning Lia mengingatkan bahwa tantangan rumah sakit ibu dan anak tidak hanya soal ketersediaan tempat tidur atau tenaga medis. Lebih dari itu, rumah sakit harus mampu menjadi ruang aman dan nyaman bagi ibu serta anak-anak yang datang dengan beragam kondisi, termasuk rasa cemas dan kelelahan.

Sebagai rumah sakit dengan keunggulan layanan ibu dan anak, Ning Lia berharap pendekatan pelayanan yang diberikan bisa lebih ramah keluarga. Ia menyoroti situasi yang kerap ditemui di fasilitas kesehatan, di mana seorang ibu harus menjalani pemeriksaan atau antre layanan sambil membawa anak kecil.

“Yang ingin saya garis bawahi, karena ini unggulannya rumah sakit ibu dan anak, maka ke depan harapannya bisa lebih ramah anak. Misalnya, ada ruang bermain anak. Jadi ketika ibunya sedang antre atau mendapatkan pelayanan kesehatan, anak-anaknya tidak hanya menunggu, tetapi bisa bermain dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Bagi Ning Lia, hal-hal kecil seperti ruang bermain anak memiliki dampak besar secara psikologis. Anak yang merasa nyaman akan lebih tenang, begitu pula ibunya. Suasana rumah sakit pun menjadi lebih manusiawi, tidak semata-mata identik dengan rasa takut, tegang, dan dingin.

Baca juga: DPD RI Dorong Keadilan Fiskal, Lia Istifhama Perjuangkan DBHCHT Lebih Besar untuk Daerah

“Pelayanan kesehatan itu bukan hanya soal obat dan tindakan medis. Tapi juga soal rasa. Rasa aman, rasa tenang, dan rasa diperhatikan,” tambahnya.

Ia menilai, konsep rumah sakit ramah anak sejalan dengan upaya pencegahan kematian ibu dan bayi. Ibu yang merasa nyaman dan didukung secara emosional cenderung lebih kooperatif dalam menjalani pemeriksaan, kontrol kehamilan, hingga perawatan pasca persalinan.

Lebih jauh, Ning Lia berharap peresmian ulang Rumah Sakit KORPRI Pura Raharja menjadi titik awal peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia, sistem antrean, hingga inovasi pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Potensi rumah sakit ini sangat besar. Tinggal bagaimana dikelola dengan hati, dengan empati, sehingga benar-benar menjadi rumah sakit yang berpihak pada ibu dan anak,” ujarnya.

Baca juga: Ngawi Jadi Pilar Kemandirian Pangan, Bukti Daerah Mampu Jawab Tantangan Global

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan mutu layanan. Rumah sakit, menurutnya, adalah ruang publik yang menyentuh sisi paling rentan dalam kehidupan manusia, yakni saat seseorang sedang sakit atau membutuhkan pertolongan.

Dengan diresmikannya kembali Rumah Sakit KORPRI Pura Raharja Provinsi Jawa Timur, Ning Lia berharap fasilitas kesehatan ini dapat terus berkembang menjadi pusat layanan ibu dan anak yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga hangat secara kemanusiaan.

“Harapannya sederhana, rumah sakit ini bisa menjadi tempat yang menenangkan, bukan menakutkan. Tempat ibu merasa didukung, dan anak merasa diterima,” pungkasnya.(dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru