MERAHPUTIH I SURABAYA – Kepastian cabang olahraga Tarung Derajat kembali dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 disambut antusias oleh Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur. Organisasi tersebut bahkan langsung memasang target tinggi dengan membidik gelar juara umum pada ajang olahraga terbesar di Indonesia itu.
Ketua Umum Pengprov Kodrat Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, mengaku bersyukur setelah mendapatkan kepastian bahwa Tarung Derajat akan kembali masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional 2028. Kepastian tersebut diperoleh melalui hasil rapat koordinasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
Baca juga: Pemprov Jatim Serahkan Truk Hasil Normalisasi, Khofifah Dorong Percepatan Menuju Zero ODOL 2027
“Alhamdulillah kita sudah mendapatkan kepastian bahwa Tarung Derajat akan dipertandingkan pada PON 2028. Ini tentu menjadi kabar gembira bagi kami di Jawa Timur. Dengan persiapan yang matang, target kami jelas, yakni meraih juara umum,” kata Bambang Haryo, Jumat (7/3/2026).
Menurutnya, prestasi yang ditunjukkan para atlet Tarung Derajat Jawa Timur dalam dua tahun terakhir menjadi modal penting untuk menatap PON mendatang. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas atlet, ia optimistis Jatim mampu bersaing di tingkat nasional.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pengprov Kodrat Jatim telah menyiapkan sejumlah program pembinaan. Program itu meliputi peningkatan kualitas atlet, penguatan sistem latihan, hingga penyelenggaraan kompetisi berjenjang sebagai sarana evaluasi kemampuan atlet.
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah menggelar pelatihan seni gerak yang akan dipandu langsung oleh Putri Dara Mentari Dradjat dari Perguruan Pusat Tarung Derajat.
“Nomor seni gerak harus kita tingkatkan kualitasnya. Rencananya pada April 2026 akan digelar pelatihan yang dipandu langsung oleh perguruan pusat. Untuk nomor tarung kita sudah cukup mampu bersaing, tetapi tetap harus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.
Selain peningkatan teknik dan kualitas atlet, Bambang Haryo juga berharap Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur segera menerbitkan Surat Keputusan pemusatan latihan daerah (Puslatda) bagi atlet Tarung Derajat. Dengan adanya program pemusatan latihan tersebut, proses pembinaan atlet diyakini bisa berjalan lebih terarah dan terpantau.
Ia menilai kuota atlet Tarung Derajat dalam program Puslatda perlu dimaksimalkan. Hal itu penting agar Jawa Timur dapat mengirimkan atlet di seluruh kelas yang akan dipertandingkan pada babak kualifikasi.
“Harapan kami kuota Puslatda untuk Tarung Derajat bisa maksimal. Kita harus tampil di semua kelas karena tiket menuju PON akan diperebutkan melalui Pra PON pada 2027. Persaingan di cabang ini cukup ketat. Biasanya dengan meraih lima hingga enam medali emas saja sudah bisa menjadi juara umum,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Harian Pengprov Kodrat Jawa Timur, Erwin H. Poedjono, menegaskan bahwa persiapan menuju PON 2028 kini menjadi fokus utama organisasi. Kepastian Tarung Derajat masuk dalam agenda PON dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat sistem pembinaan atlet di daerah.
Baca juga: Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp8,35 Miliar untuk Warga Tuban
“Melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Tarung Derajat resmi akan dipertandingkan pada PON 2028. Ini menjadi momentum bagi Jawa Timur untuk mempersiapkan atlet dengan lebih serius,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, Tarung Derajat Jawa Timur tercatat aktif mengikuti berbagai kejuaraan nasional sebagai bagian dari proses pembinaan sekaligus evaluasi kemampuan atlet.
Tiga ajang nasional yang diikuti antara lain Kejuaraan Nasional Pekan Olahraga Mahasiswa di Solo pada September 2025, Kejuaraan Nasional PON Beladiri II di Kudus pada Oktober 2025, serta Kejuaraan Nasional Pelajar Piala Kemenpora RI di Bandung pada Desember 2025.
Dari tiga kejuaraan tersebut, Jawa Timur mampu mencatatkan prestasi cukup membanggakan. Pada Kejurnas Pekan Olahraga Mahasiswa, kontingen Jatim berhasil meraih peringkat juara umum kedua dengan torehan empat medali emas, empat perak, dan tiga perunggu.
Kemudian pada Kejurnas PON Beladiri II di Kudus, Jawa Timur menempati posisi juara umum ketiga dengan perolehan tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Sementara pada Kejurnas Pelajar Piala Kemenpora RI di Bandung, Jatim kembali meraih juara umum kedua dengan koleksi empat emas, dua perak, dan lima perunggu.
Sebelumnya, pada ajang PON 2024 Aceh-Sumut, cabang Tarung Derajat Jawa Timur juga menunjukkan kebangkitan dengan menyumbangkan dua medali emas dan satu perunggu.
Baca juga: Pasar Murah Dekat Permukiman, Khofifah Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok di Tuban
Erwin menilai rangkaian prestasi tersebut menunjukkan bahwa sistem pembinaan Tarung Derajat di Jawa Timur berjalan cukup baik dan terstruktur. Pembinaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa, hingga atlet senior.
“Prestasi yang diraih menunjukkan bahwa pembinaan Tarung Derajat di Jawa Timur berjalan cukup sistematis. Mulai dari usia pelajar hingga dewasa sudah memiliki jalur pembinaan yang jelas,” ujarnya.
Terkait target juara umum di PON 2028, ia menilai peluang Jawa Timur cukup terbuka meskipun persaingan dipastikan berlangsung ketat. Selain terus meningkatkan kualitas teknik, Jawa Timur juga memiliki sejumlah atlet muda yang diproyeksikan mencapai usia emas pada saat PON digelar.
Menurut Erwin, tren usia puncak prestasi atlet Tarung Derajat kini juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya usia emas atlet berada pada rentang 27 hingga 28 tahun, kini bergeser lebih muda, yakni sekitar 23 hingga 24 tahun.
“Ini menjadi keuntungan bagi Jawa Timur karena banyak atlet kita yang saat ini masih muda dan sudah berprestasi di berbagai kejuaraan. Saat PON 2028 nanti mereka diperkirakan akan berada di usia emas,” pungkasnya.(dpr)
Editor : Redaksi