Persebaya Waspadai Kebangkitan Persija, Tavares Prioritaskan Kebugaran Pemain Jelang Duel Panas di GBK

harianmerahputih.id
Bernardo Tavares bersama asisten pelatih fisik, Andri Sukoyo, ketika memberikan instruksi di latihan. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Jelang laga sarat gengsi pekan ke-27 Super League 2025/2026, pelatih Bernardo Tavares memilih menempuh pendekatan realistis. Alih-alih berbicara taktik secara terbuka, nahkoda Persebaya Surabaya itu lebih menitikberatkan pada satu aspek krusial: kondisi fisik pemain.

Persebaya dijadwalkan menghadapi rival klasiknya, Persija Jakarta, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4) malam. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga pertaruhan harga diri dua tim besar yang tengah bersaing di papan atas klasemen.

Baca juga: Persib Siap Tempur Hadapi Bali United, Bojan Hodak Kantongi Banyak Opsi

Dalam beberapa hari terakhir, Tavares terlihat intens mengamati perkembangan anak asuhnya di setiap sesi latihan. Baginya, kesiapan fisik akan menjadi faktor pembeda dalam laga dengan intensitas tinggi seperti ini.

“Kami akan melihat perkembangan para pemain sepanjang minggu ini, apakah kondisinya cukup baik untuk dimainkan saat menghadapi Persija,” ujarnya.

Pendekatan tersebut bukan tanpa alasan. Tavares memahami bahwa menghadapi Persija di kandangnya sendiri selalu menghadirkan tekanan berlipat. Atmosfer GBK yang penuh suporter fanatik menjadi tantangan tersendiri bagi tim tamu.

Selain itu, memori kekalahan pada pertemuan pertama musim ini masih membekas. Kala itu, Persebaya harus mengakui keunggulan Macan Kemayoran dengan skor 1-3. Hasil tersebut kini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih.

Usai kemenangan atas Persita, Persebaya langsung mengalihkan fokus pada analisis kekuatan lawan. Tavares menegaskan bahwa Persija tetap menjadi tim dengan kualitas mumpuni, terlepas dari situasi yang mereka hadapi saat ini.

“Ini menjadi latihan pertama kami setelah pertandingan terakhir melawan Persita. Kami sudah mulai menganalisis Persija. Mereka adalah tim yang kuat dan berhasil menang 3-1 pada pertemuan pertama,” jelasnya.

Baca juga: PERSIB Diminta Tak Lengah, Umuh Muchtar Tekankan Mental “Setiap Laga Adalah Final”

Di sisi lain, laga nanti juga diwarnai absennya dua pemain belakang Persija, yakni Jordi Amat dan Thales Lira. Jordi harus menjalani sanksi kartu merah, sementara Thales absen akibat akumulasi kartu kuning.

Meski demikian, Tavares menolak menganggap kondisi tersebut sebagai keuntungan bagi timnya. Ia menilai kedalaman skuad Persija tetap menjadi ancaman serius.

“Saya tidak melihat itu sebagai keuntungan bagi kami. Jordi dan Thales memang pemain bagus, tetapi Persija masih memiliki banyak pemain berkualitas yang siap menggantikan mereka,” tegasnya.

Lebih jauh, pelatih berusia 45 tahun itu menekankan pentingnya fleksibilitas dalam menentukan komposisi tim. Ia berharap memiliki lebih banyak opsi pemain dibandingkan laga sebelumnya, sehingga dapat menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan pertandingan.

Baca juga: Persija Kehilangan Momentum, Bepe Minta Tim Bangkit di Sisa Musim

“Fokus kami sekarang adalah melihat siapa saja yang tersedia. Kami berharap memiliki lebih banyak pilihan pemain untuk pertandingan nanti,” katanya.

Duel antara Persebaya dan Persija dipastikan berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan demi menjaga peluang bersaing di papan atas. Dalam situasi seperti ini, detail kecil, terutama kondisi fisik dan kesiapan mental berpotensi menjadi penentu hasil akhir.

Persebaya datang dengan semangat membalas kekalahan, sementara Persija bertekad mempertahankan dominasi. Sabtu malam di GBK pun dipastikan menjadi panggung pertarungan dua kekuatan besar yang sama-sama lapar kemenangan.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru