MERAHPUTIH I JAKARTA – Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok kembali mendapat sorotan sebagai elemen krusial dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat. Di tengah tekanan dinamika geopolitik global yang kian kompleks, upaya pemerintah dalam memastikan distribusi dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dinilai menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditawar.
Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan bahwa kestabilan bahan pokok bukan sekadar isu ekonomi, melainkan juga menyangkut rasa aman dan ketenangan masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Baca juga: DPD RI Soroti Lemahnya Operasional BPSK di Jatim
Menurutnya, langkah yang diambil pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia patut diapresiasi. Kebijakan yang responsif dinilai mampu meredam potensi gejolak harga di pasar, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global yang berdampak langsung terhadap rantai pasok.
“Stabilitas bahan pokok adalah fondasi ketenangan masyarakat. Dalam situasi global yang penuh tantangan seperti saat ini, kebijakan yang cepat dan tepat menjadi kunci agar masyarakat tetap terlindungi,” ujar Lia dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Ia juga menyoroti peran Budi Santoso sebagai Menteri Perdagangan yang dinilai cukup sigap dalam merespons dinamika yang terjadi. Adaptasi kebijakan yang dilakukan dinilai mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan kestabilan harga di tingkat konsumen.
Lebih jauh, Lia menilai bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya berorientasi pada pengendalian pasokan, tetapi juga berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat. Dengan harga yang relatif stabil, masyarakat memiliki ruang yang lebih aman dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus mendorong roda perekonomian nasional tetap bergerak.
Baca juga: DPD RI Dorong Digitalisasi Warisan Budaya, Manuskrip Majapahit hingga Walisongo Jadi Prioritas
“Upaya ini tidak hanya menjaga ketersediaan barang, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Ketika daya beli masyarakat terjaga, maka pertumbuhan ekonomi juga memiliki peluang untuk tetap positif,” imbuhnya.
Di sisi lain, Lia mengingatkan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor, baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha. Menurutnya, tantangan distribusi di daerah masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani secara bersama.
Ia menekankan bahwa wilayah seperti Jawa Timur membutuhkan perhatian khusus dalam hal kelancaran distribusi bahan pokok, mengingat luas wilayah dan kompleksitas jaringan logistik yang ada.
Baca juga: Dukung Digitalisasi Desa, E-Voting Dinilai Tepat untuk Pilkades Serentak Sidoarjo 2026
“Sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan stabilitas harga dan distribusi berjalan optimal. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga,” tegasnya.
Dalam konteks global yang masih dibayangi ketidakpastian, stabilitas bahan pokok menjadi indikator penting keberhasilan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi dan sosial. Upaya berkelanjutan serta kebijakan yang adaptif diyakini akan menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.(pps)
Editor : Redaksi