Instalasi Karantina Terpadu Jatim Resmi Beroperasi, Pangkas Waktu Logistik dan Perkuat Ekspor

harianmerahputih.id
Kepala Balai Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan juga Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, meresmikan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di Jemundo Puspa Agro, Sidoarjo, Jumat (8/5/2026).

MERAHPUTIH I SIDOARJO – Pemerintah terus memperkuat sistem perlindungan sumber daya hayati sekaligus mempercepat arus logistik nasional melalui pengoperasian Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Jemundo Puspa Agro, Sidoarjo, Jumat (8/5/2026). Fasilitas yang disebut sebagai instalasi karantina terpadu pertama di Indonesia itu diresmikan langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Sekdaprov Jatim Adhy Karyono.

Berdiri di atas lahan seluas lima hektare, kawasan tersebut dirancang sebagai pusat layanan karantina terintegrasi yang menggabungkan pemeriksaan hewan, ikan, dan tumbuhan dalam satu lokasi. Kehadiran fasilitas itu diharapkan mampu memangkas rantai birokrasi, mempercepat proses ekspor-impor, sekaligus menekan biaya logistik para pelaku usaha.

Baca juga: Madiun Pacu Tanam Cepat Hadapi Ancaman Iklim Ekstrem 2026

Dalam sambutannya, Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa pembentukan Badan Karantina Indonesia merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga sumber daya alam hayati nasional agar tetap lestari dan mampu menjadi kekuatan utama pembangunan ekonomi nasional.

Menurutnya, fungsi karantina saat ini tidak lagi sekadar mengawasi lalu lintas hewan dan tumbuhan dari ancaman penyakit maupun organisme pengganggu, namun juga mencakup pengawasan keamanan pangan, pakan, hingga produk rekayasa genetik.

“Kami memiliki tugas pengawasan dan pengendalian keamanan dan mutu pangan, pakan, produk rekayasa genetik, sumber daya genetik, agensia hayati, jenis asing invasif, tumbuhan dan satwa liar serta tumbuhan dan satwa langka,” ujar Karding.

Ia menjelaskan, penguatan sistem karantina menjadi sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, serta menjaga daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Selain itu, langkah tersebut juga selaras dengan amanat Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 terkait pemanfaatan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Karding juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menyediakan lahan strategis untuk pembangunan fasilitas terpadu tersebut. Menurutnya, integrasi layanan dalam satu kawasan akan membuat proses pemeriksaan jauh lebih efektif dan efisien.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah yang telah menempatkan Balai Karantina di satu tempat sehingga barang yang diuji dan dikarantina bisa lebih mudah, efektif, efisien, tidak berbelit, dan dwelling time bisa ditekan,” katanya.

Peresmian instalasi itu juga ditandai dengan pelepasan sejumlah komoditas unggulan Jawa Timur menuju pasar internasional. Salah satunya ekspor Frozen Yellowfin Tuna seberat 19.906,46 kilogram milik Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al-Ishlah dan PT Citra Raja Ampat Canning dengan tujuan Amerika Serikat.

Selain itu, dilepas pula ekspor bahan baku pakan ternak milik PT Charoen Pokphand Indonesia sebanyak 20.250 kilogram ke Timor Leste, serta pengiriman benih timun milik PT BISI Tbk seberat 17,88 kilogram dari Jawa Timur menuju Lombok Barat.

Direktur Utama PT Jatim Grha Utama (JGU) Mirza Muttaqien

Baca juga: Percepatan Tanam di Madiun, Khofifah Tegaskan Jawa Timur Jaga Kedaulatan Pangan Nasional

Direktur Utama PT Jatim Grha Utama (JGU) Mirza Muttaqien menilai konsep instalasi karantina terpadu tersebut menjadi terobosan baru dalam sistem logistik nasional. Menurutnya, keterpaduan layanan tidak hanya mencakup pemeriksaan hewan, ikan, dan tumbuhan, tetapi juga dilengkapi laboratorium, gudang, cold storage, fasilitas fumigasi, hingga pasar komoditas.

“End-to-end process benar-benar terjadi di sini. Pelaku usaha tidak perlu berpindah-pindah tempat karena seluruh proses tersedia dalam satu kawasan,” ujarnya.

Mirza menjelaskan, nantinya kawasan itu juga akan mendukung skema joint inspection antara Badan Karantina Indonesia dan Bea Cukai sehingga proses pemeriksaan barang ekspor maupun impor bisa dilakukan secara bersamaan.

Dengan pola tersebut, waktu pemeriksaan dinilai akan jauh lebih singkat dibanding sistem sebelumnya yang masih tersebar di berbagai lokasi, termasuk di Pelabuhan Tanjung Perak.

“Kalau sebelumnya pemeriksaan bisa memakan waktu sampai tiga hari dan berpotensi menimbulkan demurrage, sekarang barang dari kapal langsung masuk trailer dan dibawa ke kawasan ini untuk diperiksa bersama. Jadi relatif lebih cepat,” katanya.

Ia menambahkan, fasilitas tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi perusahaan besar, namun juga menjadi ruang pemberdayaan bagi koperasi, UKM, dan IKM di Jawa Timur agar produk mereka memiliki daya saing dan keterterimaan lebih tinggi di pasar global.

Baca juga: SMK Jatim Pamer Taring Kendaraan Listrik di Hardiknas 2026

“Justru ini memfasilitasi koperasi, UKM, dan IKM Jawa Timur agar produk mereka semakin diterima di pasar internasional. Ada pembinaan yang dilakukan oleh karantina, Bea Cukai, dan pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Menurut Mirza, keberadaan instalasi itu sekaligus menjadi implementasi nyata program “Gerbang Baru Nusantara” yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia Jawa Timur. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi simpul utama perdagangan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan untuk kebutuhan ekspor, impor, maupun perdagangan antarpulau.

“Kalau Pelindo adalah seaport, maka ini adalah dry port untuk komoditas tertentu. Semua kebutuhan ekspor maupun perdagangan antarpulau akan terintegrasi di sini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kawasan tersebut ditargetkan mampu melayani hingga 250 kontainer per hari. Jika target itu tercapai, maka aktivitas logistik dan perdagangan di Jawa Timur diyakini akan tumbuh signifikan sekaligus memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah.

“Bayangkan saja kalau 250 kontainer per hari itu tercapai. Aktivitas ekonomi akan bergerak luar biasa dan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah,” tandasnya.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru