Jatim dan Saint Petersburg Perkuat Kemitraan Strategis, Bidik Industri Kapal Cepat hingga Pengembangan Cancer Center

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Kota Saint Petersburg, Rusia. Berbagai sektor strategis mulai dari pendidikan, industri perkapalan, layanan kesehatan, hingga teknologi digital menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Delegasi Pemerintah Kota Saint Petersburg yang dipimpin Ketua Majelis Legislatif Saint Petersburg, Alexander N. Belsky, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (12/6).

Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret untuk menindaklanjuti kemitraan strategis yang telah dibangun antara Indonesia dan Federasi Rusia. Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak membahas sejumlah peluang kolaborasi yang dinilai mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat kedua wilayah.

Baca juga: Pemprov Jatim Pertahankan Predikat WTP 11 Tahun Beruntun, Ning Lia: Bukti Kuat Tata Kelola Semakin Kredibel dan Menopang

Gubernur Khofifah mengatakan diskusi yang berlangsung berjalan produktif dan menghasilkan berbagai gagasan kerja sama yang berpotensi dikembangkan dalam waktu dekat. Salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus adalah pengembangan industri kapal cepat melalui kolaborasi antara Saint Petersburg dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Menurut Khofifah, kerja sama tersebut memiliki nilai strategis mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang membutuhkan sistem transportasi laut yang cepat dan efisien.

“Diskusi yang berlangsung sangat produktif. Ada kerja sama yang sudah dilakukan bersama ITS, baik terkait pendidikan maupun persiapan membangun industri perkapalan, terutama kapal cepat. Saya rasa apabila ini bisa terealisasi, karena studi pendahuluannya juga sudah dilakukan, maka akan memberikan makna yang sangat besar bagi negara kepulauan seperti Indonesia,” ujar Khofifah.

Selain sektor maritim, Khofifah juga menyoroti keunggulan Saint Petersburg dalam bidang layanan kesehatan, khususnya keberadaan pusat kanker atau Cancer Center yang telah berkembang maju di kota tersebut.

Menurutnya, pengalaman dan teknologi yang dimiliki Saint Petersburg dapat menjadi referensi penting bagi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Tadi juga disampaikan bahwa di Saint Petersburg terdapat Cancer Center yang sangat maju. Bagi kami, upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan menjadi hal yang sangat penting. Karena itu Jawa Timur ingin menjajaki kerja sama lebih khusus untuk menyiapkan Cancer Center,” katanya.

Tak hanya itu, peluang kolaborasi pada bidang teknologi digital juga menjadi bagian dari pembahasan. Khofifah menilai pengembangan teknologi informasi dan transformasi digital menjadi kebutuhan yang harus terus diperkuat untuk mendukung daya saing daerah di era modern.

Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati mengungkapkan bahwa pihaknya telah lebih dahulu menginisiasi kerja sama dengan Saint Petersburg melalui perusahaan Sea Tech. Dalam proyek tersebut, ITS menggandeng Balai Besar Pengelola Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan (BBPJS) sebagai operator kapal serta PT PAL Indonesia sebagai galangan kapal nasional.

Menurut Bambang, kolaborasi tersebut akan difokuskan pada transfer teknologi untuk pembangunan kapal cepat berbasis hidrofoil yang selama ini belum diproduksi di Indonesia.

“ITS sudah memulai kerja sama dengan Provinsi Saint Petersburg bersama perusahaan Sea Tech. Nantinya akan ada transfer teknologi melalui ITS dan kita akan membangun kapal cepat hidrofoil. Saat ini feasibility study atau studi kelayakan sudah selesai dan hasilnya cukup menjanjikan,” jelasnya.

Ia optimistis proyek tersebut dapat menjadi terobosan besar bagi industri maritim nasional. Kehadiran industri kapal cepat pertama di Indonesia diyakini mampu membuka pasar yang tidak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga berpeluang menembus pasar internasional.

Baca juga: Expo Konstruksi Jatim 2026 Jadi Etalase Inovasi Industri Bangunan, Khofifah Kukuhkan Forum Jasa Konstruksi

“Kalau ini bisa diwujudkan, insyaallah akan menjadi game changer karena merupakan industri kapal cepat pertama di Indonesia. Pasarnya tidak hanya Indonesia, tetapi juga berpotensi menjangkau luar negeri,” ujarnya.

Bambang menambahkan, kapal hidrofoil yang dirancang memiliki kecepatan hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan kapal konvensional. Teknologi tersebut diyakini dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung sektor pariwisata.

“Mobilitas masyarakat akan meningkat signifikan. Misalnya konektivitas dari Jawa Timur ke Bali maupun daerah lain yang menjadi tujuan wisata. Ini yang kami harapkan bisa segera diwujudkan,” katanya.

Saat ini, lanjut Bambang, proses kerja sama memasuki tahap penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) sebelum dilanjutkan ke tahap realisasi proyek.

Selain perkapalan, ITS juga membuka peluang kerja sama dengan Saint Petersburg dalam bidang teknologi informasi, keamanan siber, hingga pengembangan layanan kesehatan.

Di sisi lain, Ketua Majelis Legislatif Saint Petersburg Alexander N. Belsky menegaskan bahwa kunjungannya ke Jawa Timur merupakan bagian dari implementasi deklarasi kemitraan strategis antara Federasi Rusia dan Republik Indonesia yang telah ditandatangani Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Menurut Alexander, kerja sama antara Saint Petersburg dan Jawa Timur memiliki prospek yang sangat besar karena kedua wilayah sama-sama memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi dan pelabuhan.

Baca juga: Pemprov Jatim Pertahankan WTP 11 Kali Berturut-turut

“Kami terus mewujudkan deklarasi kemitraan strategis antara Federasi Rusia dan Republik Indonesia yang telah ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin dan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu implementasinya adalah pembahasan berbagai proyek kerja sama antara Rusia dan Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menilai sektor kesehatan, pendidikan tinggi, hingga pengembangan pelabuhan menjadi bidang yang sangat potensial untuk dikembangkan bersama.

“Potensi kerja sama antara Saint Petersburg dan Jawa Timur sangat besar. Kami melihat peluang di bidang kesehatan, kerja sama antaruniversitas, serta pengembangan pelabuhan. Saint Petersburg dan Surabaya sama-sama merupakan kota pelabuhan besar yang memiliki karakteristik serupa,” katanya.

Alexander berharap hubungan yang semakin erat antara kedua wilayah mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi perusahaan-perusahaan Rusia dan Indonesia untuk memperluas kolaborasi bisnis dan investasi.

“Kami ingin menciptakan suasana yang produktif bagi perusahaan Rusia dan Indonesia agar dapat bekerja sama dan mewujudkan tujuan kemitraan strategis yang telah disepakati kedua negara,” tuturnya.

Pertemuan di Grahadi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Timur terus memperluas jejaring kerja sama internasional guna mempercepat pembangunan daerah. Dengan kombinasi keunggulan teknologi Rusia dan potensi ekonomi Jawa Timur, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru yang berdampak langsung pada sektor transportasi, kesehatan, pendidikan, dan teknologi di masa mendatang.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru