MERAHPUTIH I SIDOARJO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menjadi tujuan pendidikan bagi putra-putri Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Repatriasi 2026. Sebanyak 120 siswa dari Malaysia dan Arab Saudi akan melanjutkan pendidikan di berbagai SMA dan SMK di Jawa Timur dengan bekal penguatan akademik, karakter, serta wawasan kebangsaan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Program ADEM Repatriasi merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan anak-anak Indonesia yang tumbuh di luar negeri tetap memperoleh hak atas pendidikan berkualitas sekaligus memiliki ikatan yang kuat dengan tanah air.
Baca juga: Disdik Jatim Pastikan SPMB SMA/SMK Negeri Bebas Pungutan
"Program ini bukan hanya memberikan kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik, tetapi juga membangun karakter dan rasa cinta kepada Indonesia. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus kita siapkan sebaik mungkin," kata Khofifah saat menyambut dan memberikan pembekalan kepada peserta ADEM Repatriasi di Hotel Premiere Place Airport Juanda, Sidoarjo, Kamis (2/7).
Tahun ini, Jawa Timur menerima 120 peserta yang terdiri atas tujuh siswa dari Jeddah, Arab Saudi, lima siswa dari Johor Bahru, 90 siswa dari Sabah, serta 18 siswa dari Kuala Lumpur, Malaysia. Hingga kegiatan pembekalan berlangsung, sebanyak 92 siswa telah tiba di Jawa Timur. Sementara 10 siswa dijadwalkan datang sehari berikutnya dan sisanya menyusul pada 8-9 Juli karena masih menyelesaikan dokumen perjalanan.
Seluruh peserta akan menempuh pendidikan di 29 sekolah yang tersebar di 13 kabupaten/kota, meliputi 18 SMA dan 11 SMK yang telah dipilih berdasarkan kualitas pendidikan serta kesiapan mendampingi siswa selama menjalani proses belajar.
Khofifah optimistis para peserta memiliki peluang yang sama untuk berprestasi seperti siswa lainnya. Ia mencontohkan keberhasilan peserta Program ADEM Papua yang pada tahun ini banyak diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi maupun seleksi nasional.
"Keberhasilan itu menunjukkan bahwa ketika anak-anak diberi kesempatan yang sama dan mendapatkan pendampingan yang baik, mereka mampu bersaing dan meraih prestasi," ujarnya.
Selain pembelajaran di kelas, Khofifah meminta seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter. Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membimbing peserta didik agar memiliki integritas, disiplin, dan semangat kebangsaan.
Baca juga: Kloter Terakhir Tiba, Khofifah Siapkan Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji 2027
"Mereka adalah putra-putri kita. Berikan pendidikan sekaligus pembinaan karakter agar memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia," tegasnya.
Semangat nasionalisme juga ditanamkan sejak hari pertama pembekalan. Khofifah membagikan Bendera Merah Putih kepada seluruh peserta dan mengajak mereka menyanyikan lagu Tanah Airku serta Bendera. Ia mengingatkan bahwa keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan bangsa yang dipersatukan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
"Kalau ada Bendera Merah Putih, kibarkan setinggi-tingginya. Di mana pun kalian berada, jangan pernah lupa bahwa kalian adalah anak Indonesia," pesannya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan seluruh sekolah penerima telah dipersiapkan untuk membantu proses adaptasi peserta ADEM Repatriasi, baik dari sisi akademik maupun lingkungan sosial.
Baca juga: Kloter Terakhir Debarkasi Juanda Tiba, Menteri Haji Sampaikan Salam Presiden untuk Jemaah
"Semua sekolah yang menerima merupakan sekolah terbaik yang siap mendampingi para siswa agar bisa berkembang bersama teman-temannya di Jawa Timur," katanya.
Salah seorang peserta asal Sekolah Indonesia Johor Bahru, Malaysia, Nurul Syafah Aulia, mengaku bersyukur dapat mengikuti Program ADEM Repatriasi. Menurutnya, program tersebut membuka kesempatan bagi anak-anak pekerja migran untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik di Indonesia.
"Terima kasih kepada pemerintah dan Ibu Gubernur karena saya bisa melanjutkan sekolah di Indonesia dengan fasilitas yang baik. Saya ingin berprestasi dan membanggakan Indonesia," ujar Nurul. (pps)
Editor : Redaksi