Aneh, Mbah Muyek Warga Srigading Bantul Tak Terima BPNT

harianmerahputih.id
Kartu sembako milik Mbah Muyek (Foto: HMP/Daru)

MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - ‎Muyek Tresno Sunyoto (70) salah satu warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) perluasan terancam tidak mendapatkan pencairan dana BPNT senilai Rp 200 ribu perbulan.

Pasalnya warga ‎Dusun Gokerten, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta menceritakan saldonya hanya berisi Rp 000.002 kepada media dan akhirnya diketahui oleh semua orang dan diduga membuat petugas pendamping menjadi kesal dan enggan menguruskan kartu sembako milik Mbah Muyek yang sampai saat ini saldonya masih Rp 000.002. Padahal Mbah Muyek harusnya mendapatkan BPNT selama dua bulan yakni bulan Apri dan Mei senilai Rp 400 ribu.

Baca juga: Bupati Bantul Belajar Olah Sampah Jadi Energi Listrik dari Surabaya

Mbah Muyek mengaku sudah dua kali ke toko sembako yang ditunjuk untuk menukarkan kartu sembako dengan sembako senilai Rp 200 ribu. Namun ketika kartu sembako digesek ternyata saldonya tak berubah meski saat ini sudah masuk bulan ke 2.

"Pertamakali saya mendapatkan karto sembako berencana menukarkan kartu sembako dengan sembako senilai Rp 200 ribu pada tanggal 2 Mei 2020. Namun ketika digesek saldonya tertera Rp 000.0002, dan itu dijanjikan diurus oleh pendamping dan diminta menunggu selama 10 hari," ujar Mbah Muyek, Minggu (31/5).

Setelah menunggu 10 hari, Mbah Muyek mengaku datang lagi ke warung sembako yang ditunjuk untuk membeli sembako dengan kartu sembako. Namun saat kartu sembako digesek saldonya tak berubah atau tidak ada penambahan dana untuk bulan April dan Mei masing-masing Rp 200 ribu.

"Saya mencoba ke toko sembako lainnya namun ketika digesek saldonya juga hanya berisi Rp 000.002,"ucapnya.

Beberapa hari kemudian kata Mbah Muyek, tetangga yang juga penerima BPNT mampir ke rumah dan memberikan informasi kartu sembako tetap tidak akan ada dana yang ditranfer ke rekening pada kartu sembako karena sudah ditulis di media masa.

Baca juga: Presiden Jokowi Pastikan Bantuan Beras di Purwakarta Tersalurkan dengan Baik

"Tetangga saya itu baru saya dari toko sembako dan diminta oleh pemilik toko sembako untuk menyampaikan informasi bahwa kartu sembako tidak bisa dicairkan karena beritanya sudah terlanjut ditulis oleh wartawan,"ucapnya.

"Lha saya kan bingung. Apa pendamping marah kartu sembako saya rekeningnya hanya berisi Rp 000.002 kemudian ditulis wartawan dan muncul di koran sehingga tidak mau menguruskan kartu sembako saya," tambah Mbah Muyek lagi.

Terpisah Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Bantul, Didik Warsito mengatakan akan mengecek kebenaran informasi tersebut karena pemberitaan yang keluar terkait Mbah Muyek tidak ada hubungannya dengan penerima BPNT yang hingga hari ini rekeningnya masih kosong.

"Lha ndak ada hubungannya kan. Mosok karena keluar di media kemudian fasilitator tidak mau memfasilitasi penerima BPNT yang bermasalah dengan rekeningnya," ucapnya.

Baca juga: Cabub Suharsono dapat Dukungan Forum Laskar PPP Bantul

Didik mengaku akan segera mengurus permasalahan yang dihadapi oleh Mbah Muyek karena ada kasus yang sama seperti Mbah Muyek yang sampai saat ini saldo di rekening BPNT masih kosong.

"Tolong saya dikirim beberapa dokumen BPNT milik Mbah Muyek biar permasalahan segera selesai dan bisa menerima BPNT," ucapnya.‎ (hdw/tji)

 

Editor : Tudji Martudji

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru