Hari Mangrove Sedunia, Khofifah Serukan Pelestarian Pesisir Demi Generasi Mendatang

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gerakan penanaman dan pelestarian mangrove sebagai langkah nyata menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.

Dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, Minggu (26/7), Khofifah menegaskan mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi, gelombang tinggi, hingga intrusi air laut. Selain itu, mangrove juga mampu menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap upaya menekan dampak pemanasan global.

Baca juga: IKA Unair dan BKD Jatim Bekali 517 Alumni Hadapi Seleksi CASN, Tekankan Rekrutmen ASN Gratis dan Transparan

"Menjaga mangrove berarti menjaga garis pantai, melindungi keanekaragaman hayati, memperkuat ketahanan masyarakat pesisir, sekaligus mengamankan masa depan anak cucu kita," ujarnya.

Khofifah menjelaskan, keberadaan mangrove juga menopang ekonomi masyarakat pesisir karena menjadi habitat berbagai biota laut seperti ikan, udang, kepiting, dan kerang yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan.

Baca juga: Dishub Jatim Pertahankan Halte Medaeng sebagai Titik Integrasi Trans Jatim, Sopir Angkot Diminta Penuhi Aturan Operasion

Ia menyebut luas kawasan mangrove di Jawa Timur terus meningkat. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, luas mangrove bertambah dari 27.221 hektare pada 2021 menjadi 31.067 hektare pada 2025 atau sekitar 47,85 persen dari total kawasan mangrove di Pulau Jawa.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, komunitas lingkungan, dan dunia usaha melalui berbagai program rehabilitasi, termasuk gerakan Nandur Mangrove serta Festival Mangrove yang rutin digelar selama tiga tahun terakhir.

Baca juga: Lumpur Porong Ancam Jalur KA, Pemprov Jatim Siapkan Solusi Jangka Pendek hingga Jalur Alternatif

Khofifah menekankan keberhasilan rehabilitasi tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi dari tingkat keberhasilan tanaman tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat. Karena itu, ia mendorong seluruh pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, hingga pelaku usaha untuk terus memperluas gerakan menanam, merawat, dan mengembangkan kawasan mangrove yang terintegrasi dengan edukasi, penelitian, ekowisata, dan pemberdayaan ekonomi warga pesisir.

"Setiap mangrove yang kita tanam dan jaga hari ini merupakan warisan kehidupan bagi generasi mendatang. Menjaga mangrove adalah menjaga masa depan bersama," tegasnya.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru