Solusi Banjir Rob Jateng, Kementerian LHK: Adaptasi!

harianmerahputih.id
Warga beraktivitas di sekitar terpaan gelombang laut pesisir Pantai Utara di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (6/6).

MERAH PUTIH | Jakarta - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong mengatakan, adaptasi menjadi solusi persoalan banjir rob di sepanjang pantai utara (pantura) Jawa yang semakin mengkhawatirkan.

“Dampak perubahan iklim, ditambah periode hujan tinggi, aspek lainnya, sehingga menyebabkan banjir rob semakin tinggi. Solusinya adaptasi, agak panjang memang prosesnya, tapi itu pilihannya selain mitigasi,” kata Alue di Jakarta, Sabtu (6/6).

Ia mengatakan solusi adaptasi untuk daerah pantai yang rawan rob harus ada rekayasa pada bagian buffer zone. “Teknis strukturnya, seperti tanggul laut, tapi itu jelas mahal,” katanya.

Sementara teknis adaptasi biologisnya, Alue mengatakan penanaman mangrove sebagai buffer zone untuk menghadang pasang surut air laut.

Untuk teknis adaptasi sosialnya, menurut dia, merelokasi masyarakat di daerah rawan banjir rob tersebut. Selanjutnya lokasi yang ditinggalkan tersebut ditanami mangrove atau dibangun tanggul laut.

Hanya saja, untuk melakukan tiga hal tersebut, Alue mengatakan perlu dilakukan pemetaan secara detail guna mendapatkan peta kerentanan banjir rob sehingga diketahui daerah mana saja yang sangat rentan terkena banjir rob dan yang dalam hitungan dekade berpotensi menghadapi bencana yang sama.

“Adaptasi tercepat ya bangunannya yang ditinggikan. Ya ini faktanya yang terjadi untuk adaptasi perubahan iklim, mahal, tapi mau tidak mau harus dilakukan,” ujar dia. (smg/rga)

Editor : Rangga Putra

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru