MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - Penjaga Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis dikejutkan dengan puluhan armada pariwisata yang terdiri dari bus ukuran sedang hingga besar dan Izusu elf ingin memasuki kawasan Pantai Parangtritis.
Petugas semakin dibuat terkejut dengan armada pariwisata ternyata kosong penumpang dan hanya ada sopir dan kondektur. Setelah berbincang sejenak, puluhan armada pariwisata tersebut diperbolehkan masuk ke obyek wisata Pantai Parangtritis.
"Mereka hanya mau manasi mesin karena lebih dari 3 bulan tidak bisa lagi membawa wisatawan dan bus hanya diparkir digarasi," kata salah seorang penjaga TPR Pantai Parangtritis, Heri, Minggu (6/6).
Setelah sampai di Pantai Parangtritis, puluhan armada ini kembali melanjutkan perjalanan ke obye wisata di Pantai Samas dan sekitarnya. Bahkan puluhan armada ini sempat diparkir secara rapi di timur jembatan senggol Pantai Samas sehingga membuat warga yang melihat penasaran karena obyek wisata sedang ditutup.
Usut punya usut, puluhan armada pariwisata ini sengaja melakukan konvoi "Manasi Mesin Bareng" untuk menyambut fase new normal bidang pariwisata yang akan segera diterapkan oleh pemerintah. Manasi Mesin Bareng ini juga sebagai ungkapan suka cita karena tidak lama lagi mereka bisa kembali bekerja meski harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Manasi Mesin Bareng ini hanya ide spontan karena hanya berawal dari percakapan di grup WhatApp. Namun tak menduga sambutannya sangat antusias,"kata penggagas Manasi Mesin Bareng, Isnu Subagyo.
Akhirnya kegiatan Manasi Mesin Bareng ini diikuti oleh puluhan armada pariwisata yang ada di Yogyakarta dan belum semuanya ikut kegiatan Manasi Mesin Bareng. Jumlah armada pariwisata yang mengikuti Manasi Mesin Bareng terdiri dari 25 bus dan microbus, 12 elf dan hiace.
"Ada 80 pengemudi dan kondektur yang ikut kegiatan Manasi Mesin Bareng tersebut," ujarnya.
"Ya kalau semua armada pariwisata yang ada di Yogya ikut, ruas jalan tak mampu menampung jumlah armada," tambahnya.
Melalui kegiatan Manasi Mesin Bareng ini, para pelaku jasa angkutan wisata ingin menunjukkan antusiasmenya menyambut new normal. Isnu berharap dengan adanya fase new normal ini kegiatan pariwisata kembali bergeliat.
"Kita sepakat dengan berbagai aturan new normal yang akan segera diterapkan," ucapnya.
Selama masa pandemi COVID-19 ini jelas Isnu hampir semua pelaku wisata pindah menggeluti pekerjaan lainnya meski dari perusahaan masih memberikan gaji namun itu tak seberapa karena sama sekali tak ada pendapatan dari armada pariwisata.
"Ya kita bekerja disektor lain untuk menyambung hidup," jelasnya. (hdw/tji)
Editor : Tudji Martudji