Sebanyak 700 Pedagang Pasar Tradisional Bantul di Rapid Tes COVID-19

harianmerahputih.id
Pedagang pasar tradisional Bantul Kota ikuti rapid tes COVID-19 (Foto: HMP/Daru)

MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - ‎Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Yogyakarta menggelar rapid test Covid-19 bagi 700 pedagang di pasar tradisional Bantul Kota, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Rabu (24/6).

Tim rapid test dari kepada 700 pedagang di pasar tradisional Bantul Kota ini bakal dilaksanakan selama 2 hari mengingat jumlah pedagang yang akan menjadi rapid test sangat banyak.

Baca juga: 129 Warga Reaktif Rapid Test Jalani Swab Test

"Hari ini, Rabu 24 Juni kita akan melakukan rapid test kepada 350 pedagang dan pada Kamis (25/6) akan kembali melakukan rapid test kepada 350 pedagang lainnya. Rapid test dalam 1 harinya dilayani oleh dua tim. 1 tim melayani rapid test dipintu masuk sisi timur pasar dan 1 tim melayani di lantai 2 pasar tradisional Bantul Kota," ujar Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Yogyakarta, Agus Budi Raharja, Rabu (24/6).

Menurutnya Dinkes Bantul menargerkan rapid test untuk pedagang pasar mencapai 8 ribu orang sesuai data jumlah pedagang pasar yang ada di Dinas Perdagangan Bantul dan nantinya akan diperluas kepada pedagang ikan yang ada disentra-sentra kuliner seafood yang ada di obyek wisata Pantai Selatan Bantul.

"Untuk kegiatan rapid test sendiri kita mendapatkan dukungan alat rapid test dari Pemda DIY sebanyak 2 ribu alat rapid test dan kekurangannya akan dilakukan pengadaan sendiri oleh Dinas Kesehatan Bantul," ungkapnya.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Pemkab Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Purnomo mengatakan rapid test akan dilakukan secara agresif untuk memastikan tidak adanya penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bantul.

"Tak hanya swab gratis kepada pelaku perjalanan dan tenaga kesehatan serta pedagang pasar namun demikian akan menyasar juga kepada pelaku perjalanan yang tidak terdeteksi misalnya sopir travel, bus, ekspedisi yang di Bantul jumlah juga sangat banyak," ucapnya.

Khusus untuk hasil rapid test bagi pedagang pasar tidak akan kita umumkan langsung namun nantinya hasilnya akan diumumkan oleh Dinas Perdagangan. Pedagang yang hasilnya reaktif akan kita jemput kemudian dilakukan test swab dan diisolasi di RS Lapangan COVID-19. Sedangkan bagi pedagang yang hasilnya negatif maka harus mengulang rapid test ke 2 setelah 7-10 hari dari rapid test pertama.

"Khusus untuk pedagang ikan akan kita rapid test dengan urutan paling akhir sendiri. Kita tidak ingin ada keresahan pada pedagang pasar karena pedagang ikan ini sangat rentan terpapar COVID-19. Apalagi sudah ada klaster pedagang ikan di Yogyakarta," ujarnya.

Baca juga: Ini Hasil Rapid Test Anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya

Sedangkan Bupati Bantul, Suharsono mengatakan dengan adanya rapid test kepada pedagang di pasar tradisional ini diharapkan ada kepastian pedagang sehat dan tidak ada penularan COVID-19 sehingga ketika semua pedagang sehat maka pasar akan dibuka seperti sebelum pandemik COVID-19 namun dengan syarat menerapkan protokol kesehatan.

"Ya semoga saja hasil rapid test semuanya negatif, pasar bisa kembali normal dan pedagang bisa mencari rejeki kembali seperti sebelum COVID-19," ujarnya.

Pensiunan perwira menengah Polda Banten ini juga mewanti-wanti kepada Dinkes agar segera melakukan rapid test pada pedagang ikan disentra kuliner seafood yang ada diobyek wisata pantai selatan Bantul karena hampir sebagian besar pasokan ikan laut dari Pasar Kobong Semarang yang kini menjadi salah satu klaster penularan COVID-19 di Yogyakarta.

"Saya tidak ingin pedagang ikan tertular COVID-19 yang dibawa oleh pedagang ikan yang mengambil ikan dari Pasar Kobong dan menjadi klaster baru COVID-19 di obyek wisata," tegasnya.

Salah satu pedagang sayur mayur di pasar tradisional Bantul Bantul, Dasinem mengaku senang dengan adanya rapid test yang digelar oleh Dinas Kesehatan Bantul secara gratis.

Baca juga: KONI Jatim Gelar Rapid Test Gelombang II

"Saya baru pertamakali ini ikut rapid test. Ya senang, kan bisa tahu saya sehat atau tidak," kata perempuan yang sudah 25 tahun berjualan sayur mayur di pasar tradisional Bantul Kota ini.

Warga Desa Trirengga, Kecamatan Bantul ini mengaku selama pandemi COVID-19 dagangannya kurang laku, apalagi jam buka pasar juga dibatasi sehingga pembelinya juga berkurang.

"Kalau semua pedagang sudah dirapid test dan hasil negatif semua, saya berharap pasar akan kembali normal seperti sebelum Corona terjadi," terangnya.‎ (hdw/tji)

 

Editor : Tudji Martudji

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru