MERAHPUTIH|Pamekasan - Aliansi Ulama Madura (AUMA) menggelar acara milad yang ke- 5 di Pamekasan, Rabu (16/9). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah ulama kharismatik Madura, di antaranya Habib Yahya bin Jakfar Vad-Ag, Habib Hasan bin Agil Vad-Ag, KH. Syaifullah, KH. Fathurrohim, KHR Muhammad Jupri Zaini dan para tokoh ulama lainnya. Serta hadir sebagai penceramah Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf dari Pasuruan.
Salah satu anggota AUMA, KHR Muhammad Jupri Zaini dari Bangkalan berharap di milad yang ke 5 ini, AUMA semakin banyak memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. AUMA juga selalu berkomitmen memperjuangkan dakwah Islam yang kaffah, utamanya semoga AUMA terus jaya dan selalu istiqomah dalam memperjuangkan amar makruf nahi munkar.
"Visi kami adalah mengantisipasi dan menghindarkan Indonesia, khususnya masyarakat Madura, dari ragam ajaran dan paham kegamaaan yang keliru. Baik syiah, wahabi, liberal, dan penistaan agama (SYIBILIP)," ujar dia.
Menurut dia, Umat Islam memiliki peran vital, terutama para ulama, dalam menyatukan bangsa dari adu domba dan fitnah yang kini merajalela melalui media sosial. AUMA terus berupaya mengingatkan umat agar tidak mudah terprovokasi dengan kabar hoax yang banyak beredar.
“Masyarakat harus menyaring informasi dengan baik. Jangan mudah percaya dengan berita. Kroscek dulu kebenarannya. karena banyak sekali agenda pecah belah yang disusupkan melalui media-media itu. Kita harus bersatu untuk menjaga NKRI dari perpecahan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Gerakan Islam Aliansi Ulama Madura (AUMA) merupakan perkumpulan ulama/Kiai lokal Madura. Perkumpulan ini dideklarasikan di Pondok Pesantren Nurul Kholil Bangkalan Madura yang diasuh oleh KH Zubair Muntashor, bertepatan pada bulan Oktober 2015. AUMA adalah wadah musyawarah dan dakwah dalam kewajiban amar makruf nahi munkar. (adv/lmi)
Editor : Tukiman Sarmijan