MERAHPUTIH| SURABAYA- Tiga Minggu lagi Pilwali Surabaya 2020 akan digelar. Dalam masa kampanye ini, ada asap naik di basis massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pasalnya adalah sikap Jagad Hariseno, yang secara terbuka mendukung pasangan calon Mahfud Arifin-Mujiaman.
Maklum, Seno, begitu panggilan akrab Jabad Hariseno, adalah kakak kandung Whisnu Sakti Buana, Wakil Wali Kota Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jatim bidang organisasi.
Baca juga: DPP PDIP Evaluasi Kinerja DPC se-Jatim, Dua Ketua DPC Diganti
Melihat hal ini, Yudianto, koordinator lapangan relawan ‘Bolo Eric’ (Boleric) mengatakan, “Hal itu sudah diantisipasi oleh Boleric sebagai relawan pendukung Eri Cahyadi-Armuji. Sejak awal, jauh sebelum rekomendasi partai turun, salah satu peran Boleric adalah masuk ke basis PDIP yang dekat dengan Whisnu,” ungkapnya.
“Memang simpul-simpul basis yang dekat dengan Whisnu tidak bergerak. Tapi kita mengantisipasi untuk langsung berhubungan dengan grass root. Kami bahu-membahu dengan orang-orang di struktur PAC dan ranting PDIP yang memang sejalan dengan rekom partai,” tambah Yudianto.
Baca juga: KPU Surabaya Ungkap Alur Pendaftaran Calon Kepala Daerah 2024
Saat ditanya mengenai pernyataan terbuka aktivis PDIP, Mat Mochtar dan Jagad Hariseno, Yudianto menanggapi bahwa, basis massa Mat Mochtar berada di sekitar rumahnya, itu pun protol karena mereka yang di lingkungan rumahnya lebih mencintai Bu Risma daripada Mat Mochtar. Jadi tidak ada pengaruhnya dengan misi pemenangan.
“Sementara untuk pernyataan Seno yang viral akhir-akhir ini, sepertinya juga telah menghentak Whisnu Sakti (WS). Terbukti, dalam 1-2 hari ini, simpul-simpul PDIP di kampung-kampung yang dekat dengan WS, justru malah bergerak untuk mendukung Eri Cahyadi-Armuji,” tutup Yudianto. (red)
Baca juga: Projo Dukung Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya 2024, Bagaimana dengan Bayu Airlangga?
Editor : Eko Yudiono