Pemkab Barito Timur Fokus Kembangkan Jagung Komposit

harianmerahputih.id
Ilustrasi - Petani memasukan jagung ke dalam karung hasil penen petani di Desa Mampuak Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalteng.ANTARA/HO-Dinas Pertanian Barito Utara

MERAHPUTIH|KALTENG-Fokus pengembangan jagung komposit di sejumlah desa yang tersebar tiga kecamatan menjadi progam Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

"Tiga kecamatan itu yakni Kecamatan Patangkep Tutui, Awang dan Raren Batuah," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur (Bartim) Trikorianto di Tamiang Layang, Rabu, seperti dilansir ANTARA.

Baca juga: SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Eksplorasi Markisa-001

Jagung komposit merupakan hasil persilangan tunggal dari varietas berproduksi tinggi, sedangkan jagung hibrida merupakan keturunan langsung (generasi F1) dari persilangan antara dua galur atau lebih yang memiliki keunggulan masing-masing.

Pemilihan tiga kecamatan itu karena memiliki geografi yang sangat mendukung untuk dijadikan kawasan pengembangan tanaman jagung komposit.

Kecamatan Patangkep Tutui menjadi lokasi pemusatan program pengembangan jagung komposit, karena berdekatan dengan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Jagung komposit dipergunakan untuk pakan ternak bebek, ayam, dan lainnya, tergantung pengolahan di pabrik.

Baca juga: Kapolri Sidak ke Pasar Minggu, Cek Ketersediaan Minyak Goreng

"Ini merupakan program yang berkaitan dengan program ekonomi kerakyatan dan ketahanan daerah seperti yang diprogramkan Bupati Bartim dalam visi-misi daerah," kata Trikorianto.

Program pengembangan jagung komposit bisa meningkatkan pendapatan petani lokal dengan terpenuhinya pakan ternak dalam daerah. Dampak positifnya bisa menekan masuknya pakan dari luar sehingga menekan harga jual beli dalam daerah atau menekan inflasi daerah.

Harga jual jagung komposit saat ini berkisar Rp3.500 per kilogram.

Baca juga: Gubernur Maluku Murad Ismail Apresiasi Kinerja Disperindag

"Pemkab Bartim sudah mendorong dan melaksanakan program ketahanan pangan sekaligus ekonomi kerakyatan melalui ternak ayam petelur yang saat ini berlangsung hingga ke desa-desa," kata Trikorianto.

Pengembangan jagung komposit, khususnya di Kecamatan Patangkep Tutui akan dikawal secara ketat agar berhasil sehingga bisa memenuhi permintaan di wilayah itu termasuk untuk dipasok ke luar Barito Timur.(red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru