MERAHPUTIH|JAKARTA-Meski hanya bermain imbang tanpa gol dengan Persebaya, tapi Persela Lamongan masih berpeluang untuk lolos babak penyisihan Piala Menpora 2021.
Di laga pamungkas Grup C (7/4), Persela harus menang melawan Persik Kediri jika ingin melaju ke babak selanjutnya.
Baca juga: Sambut Era Baru Sepak Bola Indonesia, PT LIB Perkenalkan Identitas Anyar: ILeague
Dilansir situs LIB, Pertandingan berjalan tidak sesuai skenario, bagi pelatih Persela Didik Ludiyanto, faktor kelelahan recovery hanya sehari sangat terasa. Sampai-sampai dua pemainnya Riyatno Abiyoso, dan Eky Taufik tumbang sedari babak pertama. Kondisi itu yang membuat Didik melakukan pergantian pemain sedini mungkin, ia tak bisa memaksimalkan jatah pergantian pemain pada babak kedua.
"Faktor kebugaran memang sangat terasa sekali, ada human error di babak pertama karena benturan dua pemain kami, sakit harus diganti satu-satu. Ini terjadi di luar skenario di babak pertama dua pergantian harus terjadi, kemudian ada pergantian lagi karena sakit," kata Didik.
Meski mendapat hasil imbang lawan Persebaya, tak menutup peluang Persela untuk lolos ke perempat final Piala Menpora 2021. Kini mereka mengumpulkan tiga poin di tiga pertandingan. Wajib meraih nilai maksimal di laga terakhir vs Persik, namun dengan catatan PS Sleman tak boleh menang melawan Persebaya.
Baca juga: Indonesia Tembus Putaran Empat: Satu-satunya Wakil Non-Arab di Jalur Terjal Piala Dunia 2026
"Saya apresiasi perjuangan pemain di lapangan sudah maksimal, karena apa pun yang terjadi peluang masih ada. Tapi semua tim punya peluang, walau tipis kita harus optimis. Kita fokus pertandingan lawan Kediri, itu yang terpenting," imbuh Didik.
Gelandang Persela Syahroni masih belum menyerah untuk mendapatkan satu tiket tersisa ke babak perempat final. Memang timnya tak bisa berbuat banyak dan memberikan poin untuk lolosnya Persebaya di laga semalam, namun mereka akan bertarung habis-habisan di partai terakhir nanti.
Baca juga: "Erick Thohir Warning Suporter! Jangan Cederai Harga Diri Bangsa Saat Hadapi China di GBK!"
"Untuk pertandingan, kita pemain, pelatih, sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi apa boleh buat memaksa kita untuk bermain imbang. Tapi hasil itu tidak menutup peluang, kemungkinan kita masih bisa lolos karena kita masih menyisakan satu pertandingan, dimana pertandingan itu menjadi pertandingan hidup dan mati kalau kita ingin lolos," papar Syahroni.(red)
Editor : Eko Yudiono