MERAH PUTIH| BARCELONA- Manajer Barcelona Ronald Koeman menuduh Presiden Joan Laporta kurang menghormati dia di tengah spekulasi yang terus-menerus mengenai masa depannya. Mantan pelatih Timnas Belanda itu telah memastikan kemenangan Copa del Rey selama musim pertamanya sebagai pelatih, tetapi Barcelona tidak bisa bersaing untuk merebut gelar Liga Champions dan gelar La Liga musim ini.
Presiden Barca Laporta telah menegaskan bahwa "beberapa keputusan" harus dibuat saat klub tersebut mencari tantangan untuk mendapatkan penghargaan musim depan, dan pria 58 tahun itu dilaporkan mempertimbangkan untuk memecat Koeman karena musim mereka yang mengecewakan.
Baca juga: Marselino Absen di SEA Games 2025, Timnas U-22 Bergerak Cepat Siapkan Pengganti
Dilansir sportmole, komentar Laporta tidak diterima dengan baik oleh Koeman. Pelatih Barca itu mengatakan kepada wartawan, "Anda harus lebih menghormati pelatih dan pemain Anda. Pada bagian terakhir musim ini saya tidak merasakan dukungan dari klub. Hal-hal telah keluar dari pers. Mereka tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu, hal-hal harus dilakukan secara berbeda,” katanya.
"Saya tahu ada banyak tekanan di sini dan saya menerima ini, tapi terkadang saya pikir di negara ini ada lebih banyak budaya dengan media yang terlibat dengan masa depan pelatih, yang menurut saya tidak sopan,” imbuhnya.
Baca juga: Sambut Era Baru Sepak Bola Indonesia, PT LIB Perkenalkan Identitas Anyar: ILeague
"Saya tidak tahu apakah saya akan terus menjadi pelatih, jujur saja. Saya belum berbicara dengan presiden. Saya tahu kami perlu melakukan perubahan untuk memenangkan trofi dan jika itu berarti pelatih atau pemain baru maka baik-baik saja; tapi itu perlu dikomunikasikan, " tegas Koeman.
Musim ini, Barcelona tidak bisa finis lebih tinggi dari posisi ketiga di La Liga. Mereka bersiap untuk pertandingan pekan terakhir melawan Eibar, dan klub diperkirakan akan menyambut gelandang legendaris Xavi kembali ke Camp Nou sebagai pengganti Koeman. (red)
Baca juga: Indonesia Tembus Putaran Empat: Satu-satunya Wakil Non-Arab di Jalur Terjal Piala Dunia 2026
Editor : Eko Yudiono