Khofifah: Terima kasih kepada guru dan Kepala Sekolah

harianmerahputih.id
Rangkaian Peringatan Hari Lahir PERGUNU ke 70 di Gedung Negara Grahadi.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Jawa Timur tiga tahun berturut menjadi provinsi peringkat pertama dengan jumlah siswa terbanyak yang dinyatakan diterima dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022. 

Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hal ini tak lepas dari kerja keras dan bimbingan para tenaga pengajar atau guru. Hal itu disampaikan, pada Peringatan Hari Lahir PERGUNU (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) Ke 70, di gedung Grahadi, Jumat (8/4/2022). 

Baca juga: DMI Jatim Gelar Masjid Award 2025: Dorong Masjid Kembangkan Fungsi Sosial hingga Pendidikan

"Terima kasih kepada guru dan Kepala Sekolah di seluruh negeri, atas baktinya mencerdaskan bangsa. Utamanya bagi anak anak Jawa Timur yang memberikan sumbangsi prestasi akademis baik di skala nasional maupun internasional," ungkapnya. 

Berdasarkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), sebanyak 120.463 siswa diterima SNMPTN 2022. Dan Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak diterima dalam SNMPTN 2022 yakni sebanyak 17.807 siswa atau mencapai 20,15%. 

"Atas dedikasi yang dilakukan oleh para guru dan Kepala Sekolah se Jawa Timur tersebut, Jawa Timur dalam tiga tahun berturut turut dapat memetik beragam prestasi akademik," tuturnya. 

Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Sholat Ghaib untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Disisi lain, Gubernur Khofifah menyampaikan, momentum Peringatan Hari Lahir PERGUNU ke 70 ini, dapat menjadi refleksi bagi guru untuk melakukan berbagai implementasi. Khofifah mecontohkan aksi nyata yang dilakukan Ketum PERGUNU, KH. Asep Saifudin Chalim. 

"Yang dengan semangatnya memberikan dukungan dari seluruh guru ke berbagai pelosok daerah," imbuhnya. 

Baca juga: DWP Surabaya Gelar Pelatihan Mewiru Jarit, Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

Peringatan Harlah dan juga Sarasehan bertajuk "Membangun Manusia Indonesia" ini, Ketum PERGUNU KH. Asep mengungkapkan, terus melakukan inovasi guna meningkatkan sistem pendidikan. 

"Ya memang kita menggunakan sistem yang susah ditiru oleh yang lain. Sistem pengajaran kita kalau begini misalnya sekolah yang 3 tahun itu kurikulum selesai dalam 2 tahun nanti yang 1 tahunnya tryout tryout," ungkapnya. (red) 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru