Hampir Rampung! Pelunasan Biaya Haji 1446 H Tembus 198 Ribu Jemaah, Dua Provinsi Masih Tertinggal

Musim haji kian dekat, dan geliat para calon jemaah Tanah Air pun semakin terasa. Hingga Rabu sore (9/4), tercatat sebanyak 198.727 jemaah haji reguler telah resmi melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Musim haji kian dekat, dan geliat para calon jemaah Tanah Air pun semakin terasa. Hingga Rabu sore (9/4), tercatat sebanyak 198.727 jemaah haji reguler telah resmi melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi.

MERAHPUTIH I JAKARTA - Musim haji kian dekat, dan geliat para calon jemaah Tanah Air pun semakin terasa. Hingga Rabu sore (9/4), tercatat sebanyak 198.727 jemaah haji reguler telah resmi melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Angka ini setara dengan 97,74 persen dari total kuota nasional untuk jemaah reguler.

“Alhamdulillah, antusiasme jemaah sangat tinggi. Pelunasan terus mengalir. Semoga sisanya bisa segera menyusul,” ujar Muhammad Zain, Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, dengan nada optimis.

Seperti diketahui, tahun ini Indonesia memperoleh 221.000 kuota haji, terdiri atas 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 haji khusus. Khusus kuota reguler, jumlah tersebut mencakup jemaah prioritas lanjut usia, pembimbing ibadah dari KBIHU, hingga petugas haji daerah (PHD).

Rinciannya? Sebanyak 176.891 jemaah merupakan peserta yang memang sudah berhak berangkat tahun ini, sedangkan 20.241 jemaah berasal dari cadangan yang kini berpeluang menjejakkan kaki di Tanah Suci. Selain itu, ada 1.486 petugas daerah dan 109 pembimbing ibadah yang juga telah melunasi biaya.

Namun, masih ada pekerjaan rumah. Dua provinsi masih tercatat memiliki tingkat pelunasan di bawah 80 persen: DKI Jakarta (79,73%) dan Gorontalo (76,65%). Sementara di sisi lain, 14 provinsi melesat di atas 90%, seperti Bali (95,36%), Sulawesi Tenggara (96,05%), hingga Kalimantan Tengah (96,55%).

“Mayoritas provinsi lainnya berada di kisaran 80 hingga 90 persen. Kami optimis jelang batas akhir pelunasan pada 17 April 2025, target bisa terpenuhi,” tambah Zain.

Tak hanya mengurus pelunasan, tim Kementerian Agama juga tengah mempersiapkan dokumen perjalanan para jemaah. Proses ini penting sebagai prasyarat pengajuan visa melalui sistem e-Hajj.

“Begitu sistem visa dari Arab Saudi dibuka, kita sudah siap jalan. Semua sedang kita kebut,” tegas Zain.

Sementara itu, Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H sudah disusun. Jika sesuai jadwal, para jemaah akan mulai masuk ke asrama haji pada 1 Mei 2025. Keesokan harinya, gelombang pertama jemaah haji reguler akan mulai terbang ke Tanah Suci dari embarkasi masing-masing. (red)

Editor : prass prasetyo