Gerindra Surabaya Pilih Jalan Pengabdian di Usia ke-18, Kader Turun Langsung Layani Warga

MERAHPUTIH I SURABAYA — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di Kota Surabaya tidak dirayakan dengan hingar-bingar seremoni. Di tengah suasana keprihatinan nasional akibat rentetan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Aceh, hingga Cisarua, DPC Partai Gerindra Kota Surabaya justru memilih jalan sunyi pengabdian: turun langsung ke tengah masyarakat.

Partai berlambang kepala burung Garuda itu mengalihkan seluruh energi perayaan ulang tahun menjadi aksi nyata kemanusiaan. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menyebut langkah ini merupakan amanah langsung dari Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, agar peringatan hari jadi partai dijadikan momentum memperkuat solidaritas sosial.

“Situasi bangsa sedang tidak baik-baik saja. Banyak saudara kita yang terdampak bencana. Karena itu, peringatan HUT Gerindra tahun ini kami maknai dengan bekerja dan mengabdi,” ujar Cahyo.

Sebagai langkah awal, Gerindra Surabaya menggelar aksi bakti sosial donor darah pada Sabtu (31/1/2026). Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya, kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 120 kader yang dinyatakan memenuhi syarat medis. Sejak pagi, para kader tampak antusias mendonorkan darahnya, menandai komitmen kolektif partai untuk hadir dalam persoalan kemanusiaan.

Menurut Cahyo, donor darah ini bukan sekadar agenda simbolik tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk membantu pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok darah, yang sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.

“Kegiatan donor darah ini dimaksudkan agar kader Gerindra di Surabaya dapat berperan aktif membantu pemerintah mempersiapkan stok darah. Ini soal kemanusiaan dan kepedulian,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo menilai partai politik memiliki tanggung jawab yang jauh melampaui kontestasi elektoral. Ia menekankan bahwa pendidikan politik dan pencetakan kader pemimpin harus berjalan seiring dengan keberpihakan nyata pada kepentingan rakyat, termasuk dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional.

“Partai politik tidak boleh hanya hadir lima tahun sekali. Kami ingin kehadiran Gerindra benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Semangat pengabdian tersebut juga tercermin dalam agenda lanjutan Gerindra Surabaya. Tidak berhenti pada donor darah, partai ini akan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis secara masif mulai 1 hingga 6 Februari 2026. Program tersebut menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Cahyo memastikan, seluruh anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya telah diinstruksikan untuk membuka layanan cek kesehatan gratis di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Mulai dari pemeriksaan dasar hingga konsultasi kesehatan, seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma.

“Kami akan menggelar cek kesehatan gratis secara serentak di seluruh Dapil. Ini adalah kado ulang tahun Gerindra untuk warga Surabaya,” ujarnya.

Lebih jauh, Cahyo berharap rangkaian kegiatan sosial ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu menumbuhkan kultur gotong royong di tengah masyarakat. Menurutnya, politik sejati adalah politik yang membumi dan berpihak pada kemanusiaan.

“Kami ingin semangat berbagi dan saling menolong ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Surabaya. Dari sinilah kebaikan bersama bisa dibangun,” pungkasnya.

Di usia ke-18, Gerindra Surabaya menegaskan bahwa kematangan partai tidak diukur dari kemeriahan perayaan, melainkan dari sejauh mana ia mampu hadir dan memberi manfaat nyata bagi rakyat.(dpr) 

Editor : Redaksi