Persebaya Panaskan Persaingan Bek Kanan, Tavares Tekankan Pentingnya Kompetisi Internal

MERAHPUTIH I SURABAYA – Persebaya Surabaya mulai menata ulang komposisi skuadnya jelang lanjutan kompetisi. Dua nama anyar di sektor pemain lokal, Ahmad Mujtaba Ilham dan Riyan Ardiansyah, resmi merapat. Kehadiran keduanya bukan sekadar penambahan amunisi, melainkan bagian dari strategi besar untuk memanaskan persaingan di dalam tim, khususnya di posisi bek kanan.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa kompetisi internal adalah fondasi penting untuk menjaga konsistensi performa. Ia tak ingin ada zona nyaman di dalam skuad. Setiap pemain harus merasa tertantang untuk mempertahankan tempatnya di tim utama.

“Kami membutuhkan kompetisi di dalam pasukan. Jika melihat, banyak pemain lokal keluar dan tidak ada yang masuk,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.

Masuknya Riyan Ardiansyah dinilai sebagai langkah realistis sekaligus strategis. Meski musim ini menit bermainnya terbatas bersama klub sebelumnya, Tavares sudah mengenal kapasitas sang pemain sejak membela PSIS Semarang. Pengalaman dan kematangannya dianggap mampu menambah kedalaman skuad.

“Saya mengenalnya dari PSIS Semarang. Dia bermain banyak pertandingan di sana. Jadi, itu menjadi solusi yang baik bagi kami karena kami membawa pemain yang lebih berpengalaman,” sambung Tavares.

Namun, Tavares tak menutup mata terhadap kondisi fisik Riyan. Minimnya jam terbang musim ini membuat sang pemain belum berada dalam level kebugaran ideal. Hal itu menjadi pekerjaan rumah tim pelatih.

“Karena dia tidak bermain sepanjang musim, staminanya belum bagus. Tapi kami akan mencobanya,” imbuhnya.

Kehadiran Riyan otomatis menambah opsi di sisi kanan pertahanan. Selama ini, posisi tersebut kerap ditempati Catur Pamungkas sebagai pilihan utama. Selain itu, ada pula Koko Ari yang bisa diplot sebagai fullback. Dengan tambahan tenaga baru, persaingan dipastikan semakin ketat dan terbuka.

Tak hanya Riyan, Persebaya juga merekrut Ahmad Mujtaba Ilham. Berbeda dengan Riyan yang mengandalkan pengalaman, Ilham hadir membawa semangat muda dan fleksibilitas posisi. Ia merupakan jebolan Persebaya U-20 dari tim internal PSAL dan memiliki rekam jejak yang cukup menjanjikan.

Bersama Persebaya U-20, Ilham mencatatkan 13 penampilan dan menyumbang dua gol. Statistik bertahannya pun tak bisa dipandang sebelah mata: 43 tekel, 49 intersep, serta 15 sapuan menjadi bukti kontribusinya di lini belakang.

Menurut Tavares, komposisi tim yang ideal harus memadukan energi muda dan pengalaman. Ia ingin menjaga keseimbangan agar Persebaya tak hanya agresif, tetapi juga matang dalam mengambil keputusan di lapangan.

“Karena kami memiliki banyak pemain muda, sebaiknya kami juga membawa pemain yang lebih berpengalaman, yang bisa bermain di lebih dari satu posisi,” tandasnya.

Langkah ini menunjukkan arah kebijakan Persebaya yang lebih terukur. Bukan sekadar merekrut pemain, tetapi membangun atmosfer kompetitif yang sehat. Di tengah ketatnya persaingan liga, kedalaman dan kualitas skuad menjadi faktor penentu.

Kini, tantangan ada di tangan para pemain. Dengan opsi yang semakin banyak di sektor bek kanan, tak ada lagi ruang untuk lengah. Siapa yang paling siap, dialah yang akan mendapat kepercayaan. Persebaya pun berharap, panasnya persaingan internal justru menjadi bahan bakar untuk terus melaju.(sub)

Editor : Redaksi