Persebaya Atur Ulang Irama Latihan di Bulan Ramadan, Tavares: Target Tetap Maksimal

Bernardo Tavares
Bernardo Tavares

MERAHPUTIH I SURABAYA – Memasuki bulan suci Ramadan, Persebaya Surabaya tak ingin gegabah dalam menyusun program latihan. Pelatih kepala Bernardo Tavares memilih pendekatan adaptif demi menjaga kebugaran pemain tanpa mengorbankan performa di lapangan.

Penyesuaian menjadi kata kunci. Intensitas latihan dipastikan tidak akan dipaksakan seperti pada bulan-bulan reguler. Tim pelatih menyadari bahwa kondisi fisik pemain yang menjalani ibadah puasa membutuhkan pengaturan khusus agar tetap stabil dan terhindar dari risiko cedera.

“Kami akan menyesuaikan intensitas latihan selama Ramadan. Intensitas tentu tidak bisa setinggi bulan biasa, kecuali jika latihan dilakukan malam hari,” ujar Tavares.

Opsi latihan malam pun menjadi solusi realistis. Selain memberi ruang bagi pemain untuk memulihkan energi setelah berbuka, skema ini dinilai mampu menjaga kualitas latihan tetap kompetitif. Pengalaman musim lalu menjadi referensi penting dalam pengambilan keputusan tersebut.

Tavares menegaskan, timnya sudah pernah menjalani pola serupa. Adaptasi bukan lagi hal baru bagi skuad Bajul Ijo.

“Kami sudah punya pengalaman musim lalu berlatih malam hari, jadi pemain relatif terbiasa. Yang terpenting adalah menjaga kondisi agar tidak ada cedera,” lanjutnya.

Pendekatan yang lebih fleksibel ini tidak berarti ambisi tim mengendur. Justru sebaliknya, Persebaya ingin memastikan kesiapan tetap terjaga hingga pekan-pekan krusial kompetisi. Manajemen beban latihan dilakukan secara terukur, termasuk pemantauan kondisi fisik pemain secara berkala.

Kekalahan yang sempat dialami di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi bahan evaluasi penting. Tim pelatih bergerak cepat membenahi detail teknis maupun mentalitas bertanding. Atmosfer latihan pun disebut lebih fokus dan disiplin dalam beberapa hari terakhir.

Kini, perhatian Persebaya tertuju pada laga tandang menghadapi Persijap Jepara pada 21 Februari 2026. Pertandingan ini menjadi momentum kebangkitan sekaligus pembuktian konsistensi performa di luar kandang.

Tavares menegaskan, target tidak berubah sedikit pun meski jadwal latihan mengalami penyesuaian.

“Target kami tetap sama, tampil baik sejak awal hingga akhir dan berusaha meraih tiga poin,” tegasnya.

Dengan kombinasi pengalaman, manajemen fisik yang matang, serta semangat bangkit usai kekalahan, Persebaya optimistis mampu melewati tantangan Ramadan tanpa kehilangan daya saing. Bagi Bajul Ijo, menjaga ritme adalah kunci, baik di ruang latihan maupun di atas lapangan pertandingan.(sub)

Editor : Redaksi