Khofifah: Beda Awal Puasa, Tetap Seduluran

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

MERAHPUTIH I PASURUAN – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai Pendopo Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/2), saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam sambutannya, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur menyambut Ramadan dengan hati yang lapang serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Ia menegaskan bahwa perbedaan awal pelaksanaan ibadah puasa bukanlah alasan untuk terpecah.

“Selamat menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Ada yang tarawihnya nanti malam, ada yang mungkin tarawihnya besok, sama-sama seduluran, nggih? Kita menjaga yang satu dengan yang lain, tetap membangun kesepahaman,” ujarnya di hadapan para penerima bantuan dan jajaran pejabat daerah.

Menurutnya, perbedaan dalam menentukan awal Ramadan merupakan hal yang kerap terjadi dan telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan umat Islam di Indonesia. Namun, yang terpenting adalah menjaga harmoni sosial dan persatuan.

“Jadi, yang tarawihnya nanti malam atau ada yang tarawihnya besok malam, sama-sama seduluran kita enggak boleh terganggu oleh perbedaan memasuki Ramadan ini,” tegasnya.

Khofifah juga menyampaikan harapan agar Ramadan tahun ini membawa limpahan keberkahan dan kemuliaan bagi seluruh masyarakat. Ia mengajak umat Muslim menjadikan bulan suci sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperkokoh nilai-nilai kebersamaan.

“Mudah-mudahan Ramadan menambah keberkahan untuk kita semua. Ramadan memberikan kemuliaan untuk kita semua,” tuturnya.

Penyerahan bantuan sosial di Pendopo Kabupaten Pasuruan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat jaring pengaman sosial, terutama menjelang bulan Ramadan, ketika kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

Sejumlah warga penerima bantuan mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. Mereka berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi penyemangat dalam menyambut bulan penuh rahmat.

Momentum ini tak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan. Di tengah keberagaman pandangan dan perbedaan waktu pelaksanaan ibadah, pesan persaudaraan yang disampaikan Gubernur menjadi pengingat bahwa persatuan adalah fondasi utama dalam membangun Jawa Timur yang rukun dan harmonis.(dpr) 

Editor : Redaksi