Ramadhan 1447 H, Dindik Jatim Gaspol: Sekolah Diminta Produktif, Inovatif, dan Bebas Tawuran
MERAHPUTIH I SURABAYA - Gerakan baru digulirkan Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk menyambut Ramadhan 1447 Hijriah. Lewat tajuk Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak, seluruh satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di penjuru Jawa Timur diajak menjadikan bulan suci sebagai ruang akselerasi spiritual sekaligus produktivitas akademik.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa Ramadhan tidak boleh dimaknai sebagai periode perlambatan aktivitas belajar. “Ramadhan bukan alasan untuk melambat. Justru ini momentum untuk meningkatkan kualitas diri, pelayanan, dan kinerja pendidikan,” ujarnya di Surabaya, Rabu.
Berdasarkan kalender pendidikan yang telah ditetapkan, libur awal Ramadhan berlangsung pada 16–22 Februari 2026. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) efektif digelar mulai 23 Februari hingga 15 Maret 2026. Sementara itu, libur Hari Raya Idul Fitri dijadwalkan pada 16–29 Maret 2026, dan siswa kembali masuk sekolah pada 30 Maret 2026.
Rentang waktu tersebut, menurut Aries, justru menjadi peluang emas untuk menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih reflektif, bermakna, dan berdampak nyata.
Gerakan ini menyasar seluruh SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur, baik negeri maupun swasta. Saat ini tercatat 439 SMA negeri dan 1.083 SMA swasta, serta 299 SMK negeri dan 1.868 SMK swasta yang diharapkan aktif menjalankan program tersebut. Jumlah tersebut belum termasuk satuan pendidikan SLB yang juga menjadi bagian integral dari gerakan ini.
Dengan skala sebesar itu, Dindik Jatim optimistis dampak gerakan akan terasa luas, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di tengah masyarakat.
Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak dibangun di atas empat pilar utama, yakni:
Penguatan spiritualitas
Peningkatan produktivitas
Penebaran kepedulian sosial
Dorongan inovasi pembelajaran
Sekolah diminta merancang minimal tiga kegiatan yang mencerminkan keempat pilar tersebut. Bentuk kegiatannya pun beragam dan fleksibel sesuai karakteristik masing-masing satuan pendidikan.
Di antaranya adalah pesantren kilat tematik dan penguatan karakter, proyek mini berbasis karya, gerakan sedekah dan bakti sosial warga sekolah, lomba konten edukatif dan inovasi pembelajaran, gerakan Ramadhan tanpa sampah plastik, hingga program Guru Asuh bagi murid rentan.
Aries berharap, intensifikasi kegiatan positif selama Ramadhan mampu meminimalisasi potensi tawuran di kalangan pelajar. Ia menilai, ketika ruang-ruang sekolah diisi aktivitas spiritual dan kreatif, energi siswa akan tersalurkan secara konstruktif.
“Kami ingin spiritualitas para siswa berjalan berseiring dengan prestasi akademiknya. Keduanya tidak boleh dipisahkan,” tegasnya.
Aktivitas spiritual yang dianjurkan meliputi pembacaan Al Quran bersama di kelas hingga khatam, zikir bersama selama 15–30 menit sebelum dan sesudah KBM, serta shalat berjamaah sebelum pulang sekolah yang diisi kultum secara bergiliran oleh murid dan guru.
Meski sarat kegiatan keagamaan, Aries menekankan bahwa seluruh program tidak boleh mengganggu proses pembelajaran inti. Disiplin, ketertiban, serta kualitas layanan pendidikan harus tetap terjaga. Pelaksanaan kegiatan juga diminta mengedepankan efisiensi dan kebermanfaatan, serta melibatkan komite sekolah dan orang tua secara proporsional.
Sebagai bentuk akuntabilitas, setiap sekolah wajib menyampaikan laporan singkat melalui cabang dinas masing-masing. Laporan tersebut memuat jenis kegiatan, jumlah peserta, dokumentasi, serta dampak yang dihasilkan.
“Inovasi terbaik akan kami publikasikan sebagai praktik baik di tingkat provinsi,” ujar Aries.
Melalui gerakan ini, Dindik Jatim ingin meneguhkan kembali posisi sekolah sebagai pusat keberkahan. Pendidikan tidak semata proses transfer ilmu, tetapi juga ladang ibadah dan pembentukan karakter.
Ramadhan, dalam pandangan Dindik Jatim, adalah momentum strategis untuk membangun generasi Jawa Timur yang unggul, berdaya saing, sekaligus berakhlak kuat.
“Bulan Ramadhan bukan alasan untuk melambat, tetapi momentum untuk meningkatkan kualitas diri, pelayanan, dan kinerja pendidikan,” pungkas Aries.(dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih