Pemkab Bojonegoro Gelar Lomba Bertutur 2026, Ajak Pelajar SD Lestarikan Cerita Lokal

MERAHPUTIH I BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro, Pemkab kembali membuka Lomba Bertutur Tahun 2026 tingkat kabupaten bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Ajang tahunan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan berbicara sekaligus mengenalkan kembali kekayaan cerita rakyat khas Bojonegoro. Menariknya, seluruh rangkaian lomba dapat diikuti secara gratis tanpa pungutan biaya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, menegaskan bahwa lomba bertutur tidak hanya sebatas kompetisi mencari juara. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah nyata menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

“Bojonegoro memiliki banyak cerita rakyat, sejarah, dan tradisi yang sarat nilai moral. Melalui kegiatan ini kami ingin memberi ruang kepada anak-anak agar berani tampil, meningkatkan kemampuan literasi, sekaligus ikut menjaga warisan budaya daerah,” ujarnya.

Dalam perlombaan tersebut, peserta diwajibkan membawakan cerita bertema lokal khas Bojonegoro. Setiap sekolah maksimal dapat mengirimkan dua peserta yang berasal dari siswa aktif kelas III SD/MI Tahun Ajaran 2025/2026. Selain itu, sekolah peserta juga harus memiliki perpustakaan atau pojok baca sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan.

Dispusip Bojonegoro menyiapkan sejumlah penghargaan bagi para pemenang, mulai trofi, piagam penghargaan hingga uang pembinaan.

Tahapan lomba akan diawali dengan seleksi daring melalui pengiriman video penampilan peserta. Pendaftaran dan unggah video dibuka pada 13–31 Mei 2026. Selanjutnya, tim juri melakukan seleksi tahap pertama pada 1–6 Juni 2026 sebelum menetapkan 10 finalis terbaik pada 8 Juni 2026.

Babak final dijadwalkan berlangsung secara tatap muka pada 18 Juni 2026 bersamaan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan registrasi resmi. Sementara petunjuk teknis perlombaan tersedia di Juknis Lomba Bertutur 2026.

Pemkab Bojonegoro berharap kegiatan ini mampu menjadi sarana membangun generasi muda yang gemar membaca, percaya diri, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

“Melalui gerakan literasi yang menyenangkan seperti ini, kami ingin anak-anak semakin mencintai budaya lokal Bojonegoro dan berani menampilkan potensi terbaik mereka,” pungkas Erick.(jon)

Editor : Redaksi