Perkuat Kompetensi Pertanian, 13 Mahasiswa Politeknik LPP Dampingi Petani di Seluruh Daerah Indonesia
MERAHPUTIH I GRESIK - Perkuat kompetensi pertanian, 13 mahasiswa Politeknik LPP dampingi petani di seluruh daerah indonesia melalui Program Taruna Makmur Petrokimia sebagai bentuk pembelajaran berbasis lapangan yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mendukung pengembangan sektor pertanian. Program Taruna Makmur Petrokimia Batch VIII menjadi wadah bagi mahasiswa Politeknik LPP untuk mengembangkan kemampuan teknis, komunikasi, serta pengalaman profesional melalui keterlibatan langsung bersama petani selama masa program taruna makmur. Mahasiswa Politeknik LPP disebar di seluruh daerah di Indonesia untuk melaksanakan program tersebut.
Dalam program ini, mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan pendampingan pertanian, mulai dari sosialisasi penggunaan pupuk yang tepat dan berimbang, membantu petani memahami kebutuhan unsur hara tanaman, hingga mendukung penerapan praktik budidaya yang lebih efektif. Tidak hanya memberikan edukasi kepada petani, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan pengamatan kondisi lahan, pendampingan demplot pertanian, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern untuk mendukung peningkatan produktivitas usaha tani.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar memahami secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi petani di lapangan, mulai dari proses budidaya, pengelolaan lahan, hingga pengembangan usaha pertanian. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam membangun kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Program Taruna Makmur Petrokimia juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung peran seorang pendamping pertanian dalam membantu petani mengambil keputusan yang tepat, khususnya dalam penerapan pemupukan berimbang dan peningkatan hasil produksi. Keterlibatan mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta dalam program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan vokasi yang menghubungkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi muda pertanian yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan sektor agroindustri Indonesia.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih