MERAHPUTIH|MOJOKERTO-Menyambut gelaran Euro 2020, Pulorejo, Mojokerto menggelar Turnamen U-49. Bertempat di Lapangan Pulorejo, turnamen ini diikuti oleh 16 tim.
“Turnamen ini juga sebagai ajang silaturahmi antar pemain,” kata Suwartono, salah satu panitia pertandingan.
Turnamen ini memang tidak bisa dianggap enteng. Karena, diikuti oleh mantan pemain-pemain yang pernah berkompetisi di Perserikatan atau pun Galatama.
Pemain-pemain seperti Usnadi eks kiper Persebaya, Agus Salim, Rofi Sinaryo, Zainuri ambil bagian di turnamen ini. Skill mereka masih terasah meski kecepatan dan body sudah tidak seperti masa jayanya dulu.
Baca juga: Sambut Era Baru Sepak Bola Indonesia, PT LIB Perkenalkan Identitas Anyar: ILeague
Di laga Sabtu, (12/6) sore, tim Campursari Allstar (CSA) berhasil mengalahkan tim Loedruk FC, 1-0 yang dihuni eks kiper Persebaya sekaligus anggota PSSI B, Usnadi.
CSA yang diperkuat Zaenuri dan raja turnamen antar kampung, Alex Martoyo membuat pertahanan Loedruk kalang kabut di babak pertama. Alhasil, di menit ke-20, Alex dijatuhkan di kotak terlarang. Zaenuri yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya.
Baca juga: Indonesia Tembus Putaran Empat: Satu-satunya Wakil Non-Arab di Jalur Terjal Piala Dunia 2026
Seolah tidak ingin malu, Loedruk FC mengurung habis pertahanan CSA. Beruntung kiper CSA Saiful ‘Oting’ berhasil melakukan penyelamatan gemilang dan menjaga gawangnya tetap aman hingga akhir pertandingan.
Duet coach CSA Makrus Afief dan Hadiono membuat tim yang berhome base di Pranti, Menganti, Gresik ini lebih percaya diri (baca:pede). Apalagi Makrus dikenal sebagai eks kiper Persebaya yang pernah menjuarai Piala Utama pada 1989/1990 silam.
Baca juga: "Erick Thohir Warning Suporter! Jangan Cederai Harga Diri Bangsa Saat Hadapi China di GBK!"
“Tim ini (CSA) mempunyai semangat untuk menang, Itu penting karena tim ini merupakan tim yang berisi dari berbagai kalangan. Mulai dari guru, pekerja pabrik, juragan rotan hingga mantan pemain. Jadi harus disatukan semua agar kompak,” kata Afief yang juga pernah menjadi pelatih kiper Persebaya dan PON Jatim ketika juara pada 2008 itu.
Di bagian lain, Hadiono menambahkan, CSA harus tetap kompak jika ingin terus melaju di turnamen. “Kekompakan adalah modal utama tim ini. Karena seperti yang dikatakan coach Afief, tim ini merupakan campuran dari beragam profesi,” ungkapnya. (red)
Editor : Eko Yudiono