Indah Kurniawati Tegaskan Komitmen Kawal Program Makan Bergizi Gratis demi Generasi Unggul
MERAHPUTIH I SURABAYA – Upaya memperkuat fondasi sumber daya manusia Indonesia terus digencarkan. Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja di Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Rabu (18/2/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas pemahaman publik sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun generasi sehat dan berdaya saing.
Di hadapan peserta yang memadati ruang pertemuan, Indah menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif warga. Ia menegaskan bahwa kehadiran masyarakat merupakan indikator penting keberhasilan implementasi kebijakan publik, terutama program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat.
Memasuki periode keempatnya sebagai legislator, Indah kini bertugas di Komisi IX setelah sebelumnya mengemban amanah di Komisi XI. Perpindahan ini, menurutnya, bukan sekadar rotasi tugas, melainkan bentuk penguatan komitmen untuk lebih fokus pada sektor kesehatan, ketenagakerjaan, serta pembangunan keluarga dan kependudukan.
“Di Komisi IX, kami bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang sebelumnya dikenal sebagai BKKBN. Ruang lingkupnya sangat erat dengan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Sebagai legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur, Indah turut menyoroti peran strategis Badan Gizi Nasional dalam mendukung agenda besar pemerintahan Prabowo Subianto melalui visi Asta Cita. Program MBG disebut sebagai salah satu instrumen utama dalam mempersiapkan Indonesia menuju target Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pembangunan manusia tidak cukup hanya dengan memperkuat fisik. Aspek mental, moral, dan kecerdasan juga harus dibangun secara simultan. Karena itu, intervensi gizi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, dimulai sejak masa kehamilan, ibu menyusui, balita, hingga pelajar tingkat menengah atas.
“Kalau ingin SDM unggul, maka kualitas gizinya harus terjaga sejak dini. Tidak boleh ada celah,” tegasnya.
Lebih jauh, program MBG diproyeksikan menjangkau kelompok lanjut usia agar pemerataan kualitas kesehatan berlangsung di semua fase kehidupan. Implementasi teknis di lapangan dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta dapur-dapur mandiri yang dirancang untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga.
Indah juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, terutama para ibu, dalam mengawasi kualitas makanan dan respons anak-anak sebagai penerima manfaat utama. Menurutnya, partisipasi publik merupakan elemen vital agar program terus mengalami evaluasi dan penyempurnaan.
“Anak-anak kecil belum tentu bisa menyampaikan keluhan atau pendapatnya. Maka kita semua harus menjadi mata dan telinga bagi mereka. Jika ada kekurangan, sampaikan agar bisa diperbaiki,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, Indah memastikan fungsi pengawasan parlemen akan dijalankan secara proporsional dan berkesinambungan. DPR, lanjutnya, akan memastikan program berjalan tepat sasaran, transparan, serta bebas dari kepentingan yang merugikan publik.
Momentum tahun 2026 dinilai sebagai fase penting dalam memperkuat komitmen bersama. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga unsur masyarakat untuk bekerja dalam satu visi membangun generasi tangguh dan sehat.
Menjelang bulan suci Ramadan, Indah berharap program ini mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga ketahanan gizi keluarga. Ia pun menutup kegiatan dengan pesan agar seluruh elemen menjaga integritas dan semangat kolaborasi demi kemaslahatan bangsa.
“Program ini bukan sekadar kebijakan, tetapi investasi masa depan. Kita semua bertanggung jawab menjaganya,” pungkasnya.(dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih