Khofifah Salurkan Bantuan Rp32,16 Miliar untuk Warga Ngawi, Perkuat Daya Beli dan Ekonomi Desa

MERAHPUTIH I NGAWI - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus memperkuat perlindungan sosial dan menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program bantuan yang menyasar keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, pekerja rentan, hingga penguatan ekonomi desa. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyaluran bantuan senilai total Rp32,16 miliar kepada masyarakat Kabupaten Ngawi dalam kegiatan Sapa Bansos dan Tali Asih di Pendopo Kabupaten Ngawi, Jumat (5/6).

Khofifah mengatakan, program bantuan yang diberikan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, bantuan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga.

Dari total bantuan yang disalurkan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengalokasikan Rp6,107 miliar untuk berbagai program, di antaranya Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) bagi 2.024 keluarga penerima manfaat, bantuan bagi buruh pabrik rokok melalui BLT DBHCHT, bantuan sosial penyandang disabilitas, hingga bantuan pendidikan melalui program KIP Putri Jawara dan KIP PPKS Jawara.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada pilar-pilar sosial seperti pendamping disabilitas, TKSK, dan TAGANA dalam bentuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dan tali asih. Sementara BUMD Jawa Timur turut menyalurkan zakat produktif kepada pelaku usaha kecil untuk memperkuat modal usaha dan mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi.

Di sektor pemberdayaan masyarakat desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan senilai Rp845,9 juta yang mencakup dukungan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), program Desa Berdaya, Jatim Puspa, serta Bantuan Keuangan Khusus bagi pemerintah daerah.

Tak hanya itu, bantuan keuangan desa juga dikucurkan dengan nilai mencapai Rp25,184 miliar untuk mendukung pembangunan infrastruktur, kawasan permukiman, jalan desa, sektor pertanian, hingga pengembangan potensi wisata dan kebudayaan desa.

Khofifah berharap seluruh bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus mampu menciptakan efek pengungkit bagi ketahanan ekonomi keluarga dan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Bantuan ini diharapkan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok, meningkatkan kemandirian, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan masyarakat," ujarn(ya.

Sementara itu, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus menghadirkan program-program bantuan bagi masyarakat. Menurutnya, dukungan yang diberikan telah membantu percepatan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Ngawi.

"Kami berterima kasih atas perhatian Ibu Gubernur kepada masyarakat Ngawi. Berbagai program yang diberikan telah memberikan manfaat nyata dan mendukung pembangunan daerah," kata Ony.(red)

Editor : Redaksi